Chapter 14 : Happygetherness

698 67 11
                                        

“We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves!”

[ Photograph – Ed Sheeran]

[ Photograph – Ed Sheeran]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***


Setelah perdebatan yang cukup panjang antara photoshoot di rumah Ardhan atau di studio foto, akhirnya mereka memutuskan untuk photoshoot di studio foto dengan alasan mereka bisa photoshoot dengan beberapa konsep ditambah pemilik studio itu adalah Kakak sepupunya Jaffan, namanya Marko, umurnya 3 tahun lebih tua daripada mereka. Dan sebenarnya, alasan utama mereka memilih studio foto adalah karena Jaffan yang begitu keras kepala. Padahal Harsa dan Gara masih merasa trauma dengan kejadian Ardhan yang dibawa keluar rumah, ya walaupun kali ini keluarnya saat malam hari tapi tetap saja mereka masih merasa takut. Namun, mereka tetap berusaha untuk berpikir positif.

“Jadi fiks ya, kita photoshootnya di studio foto Kakak sepupu gue,” pekik Jaffan senang, tidak lupa dengan senyumannya yang lebar. Dia terlihat lebih ceria daripada sebelumnya dan itu cukup membuat Ardhan sedikit bernafas lega, setidaknya sahabatnya itu masih bisa tersenyum di saat keadaannya sedang tidak baik-baik saja.

“Iya, iya, terserah lo aja, lagian kapan sih gue bisa menang debat sama lo,” sahut Harsa dengan nada yang pasrah cenderung kesal.

“Hahah!” Jaffan tertawa penuh kemenangan, membuat Harsa merotasikan kedua bola matanya yang lucu.

“Ya udah, kalo gitu gue mau minta izin dulu sama Bunda ya, setelah itu kita berangkat!” kata Ardhan sambil berlalu dari hadapan ketiga sahabatnya untuk meminta izin kepada Sang Bunda yang sedang membuat kue di dapur.

“Emangnya, kalian yakin kalo Bundanya Ardhan bakalan ngizinin Ardhan keluar rumah buat photoshoot?” Gara yang masih merasa khawatir pun bertanya seperti itu.

“Kalo gue sih yakin, Bundanya Ardhan kan baiknya udah kayak malaikat, pasti dia bakalan ngizinin kita semua,” sahut Jaffan dengan percaya diri. “Kalo kita gak diizinin pun, kita kan masih punya Harsa,” lanjutnya sambil melirik jahil ke arah Harsa yang masih terlihat menekuk wajahnya.

“Hari ini gue lagi males drama, jadi lo aja yang urus sendiri,” balas Harsa.

“Dih, kok gitu sih?”

“Bodo amat!” Harsa benar-benar sedang tidak mood.

Gara yang memang sudah biasa melihat Harsa dan Jaffan yang terkadang sudah seperti Tom and Jerry itu pun hanya menggelengkan kepalanya.

“Bunda ngizinin Guys, tapi seperti biasa, gue harus pulang tepat sebelum tengah malem,” seru Ardhan yang sudah kembali dari dapur dengan wajahnya yang berseri.

“Tuh kan, kata gue juga apa, wlee!” tanggap Jaffan puas sambil menjulurkan lidahnya ke arah Harsa.

Harsa terlihat tidak peduli. Sementara Gara tersenyum tipis sambil berucap, “Baguslah kalo Bunda lo ngizinin.”

ETERNITY [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang