"Sudah lupakan semua segala berubah
Dan kita terlupa, dan kita terluka"
[Ada Apa Denganmu-Noah]

***
Pagi itu Jaffan seorang diri melangkahkan kakinya menuju kelas sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana. Langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat Harsa berjalan dari arah berlawanan. Dengan kekesalan yang masih ada di dadanya, Jaffan memutar balik badannya, melangkah menuju suatu tempat yang tidak ada Harsa maupun Gara di dalamnya.
Harsa baru saja sampai di kelas. Dia tertegun ketika mendapati kursi Jaffan yang kosong padahal biasanya sahabatnya itu selalu datang lebih pagi darinya. Harsa melihat arlojinya yang menunjukan waktu hampir pukul tujuh pagi. Ah, paling sebentar lagi juga sampai, pikir Harsa.
Namun, sampai bel masuk berbunyi pun Jaffan tak masuk juga. Harsa mulai gelisah, dia khawatir kalau sesuatu terjadi pada Jaffan. Pun Harsa membuka ponselnya, mengetikkan pesan pada Jaffan yang sialnya tak terkirim karena ponsel Jaffan tidak aktif. Harsa mencoba meneleponnya tapi tetap tak ada jawaban. Apakah Jaffan sakit?
Kini, Pak Sugeng sudah ada di depan kelas. Mendata kehadiran para siswa.
"Jaffan Raditya? Gak hadir?"
Semua mata kini tertuju pada Harsa seolah menuntut penjelasan. Di tempatnya Harsa kebingungan karena dia sendiri tak tahu ke mana sahabatnya itu.
"Eum, iya Pak, kayaknya dia gak akan masuk hari ini. Sudah saya telfon tapi gak diangkat," jelas Harsa.
Tak bertanya lagi, Pak Sugeng kini meneruskan sesi mendata kehadirannya.
Secara sembunyi-sembunyi, Harsa kini mulai menghubungi Ardhan, dan beruntung Ardhan segera membalas pesannya.
Ardhan🦊
Ar, hari ini jadwal terapi Jaffan bukan? Gue lupa.
Setau gue dia udah terapi beberapa hari lalu
Kenapa?
Jaffan gak masuk kelas hari ini. Dia sakit, ya?
Hah? Iyakah? Kemarin pas pulang dari sini perasaan dia baik-baik aja.
Kekhawatiran Harsa kian membesar. Ingin rasanya dia berteriak, 'Jaffan lo di mana, sih?!' tapi dia tak kuasa. Saat hendak menutup ponselnya, pesan baru dari Ardhan membuatnya mengurungkan niat.
Ardhan🦊
Tapi kemarin Jaffan bersikap aneh.
Aneh?
Iya, dia tiba-tiba pulang pas kita lagi main game, dan nada suara dia ketus gitu. Dia lagi ada masalah, ya?
KAMU SEDANG MEMBACA
ETERNITY [✓]
Fiksi Penggemar"Enak kali, ya, kalo belajar di sekolah? Main bareng sama temen-temen di bawah sinar matahari ... ngebayanginnya aja udah seneng banget. Tapi gue yang dari lahir udah musuhan sama yang namanya matahari bisa apa?"-Bagas Rafardhan. "Jika gue terlahir...
![ETERNITY [✓]](https://img.wattpad.com/cover/335362968-64-k480612.jpg)