Bab 9 ~ Royal Battle

1.8K 215 1
                                        

👑👑👑

VOTE sebelum baca!

Theodoric dan Rafael memasuki lapangan olahraga. Sebenarnya tempat ini tidak cocok di sebut tempat olahraga karena desainnya lebih mirip coloseum.

Semua murid angkatan Theodoric berbaris di barisan kelasnya masing-masing, mereka tampak tertib ketika ketua kelas mengomandai mereka.

"Ini sedikit aneh. Kenapa semua kelas berkumpul disini. Apa ada sesuatu?" gumam Theodoric sambil melihat lima barisan kelas angkatannya. Di barisan kelas 1-3, ia melihat Oxyn yang berbaris bersama teman sekelasnya.

Setiap angkatan memiliki 6 kelas dan setiap kelas berisi 25 murid.

Rafael menoleh ke samping, "Bukankah sudah jelas? Bulan depan akan ada pemilihan calon peserta pertandingan untuk mewakilkan akademi kita" jawab Rafael.

Theodoric menoleh mendapati Rafael yang memasang raut bingung padanya.

"Aku tidak tau tentang ini. Mulai sekarang jika kamu mendapat info, beritahu aku."

"Baiklah, Rivalku!"

Mereka berdua pun berbaris di barisan paling belakang karena mereka berdua datang paling akhir.

“Apa kamu tahu pertandingan apa itu, Rafael?” tanya Theodoric.

“Viceroy. Namun aku tidak yakin akan hal itu. Lagipula pertandingan Viceroy jarang ada yang mengikutsertakan tingkat 1, bahkan bisa dibilang tidak pernah mengirim tingkat 1 lagi semenjak puluhan tahun yang lalu.” ungkap Rafael menjelaskan apa yang dia ketahui.

“Keputusan mereka sudah benar. Memangnya apa yang bisa diharapkan dari tingkat 1?” balas Theodoric datar seolah meremehkan kekuatan tingkat 1 (kelas 1)

“Memang benar, lagipula kita masih belum banyak berpengalaman.” Rafael mengangguk setuju pada pernyataan Theodoric.

Seorang pria berusia 40-an datang dengan memakai pakaian kesatria. Dia memimpin semua murid melakukan pemanasan dan di akhiri dengan lari mengitari ring sebanyak 5 kali.

Setelah melakukan pemanasan, semua murid kembali berbaris seperti seperti semula.

"Baiklah murid-murid ... Hari ini kita akan melakukan Royal Battle.

Babak pertama penyisihan. Setiap kelas akan bertarung dan menyisakan 5 orang di atas ring.

Babak kedua kualifikasi.  5 orang perwakilan kelas akan melawan kelas lainnya.

Babak ketiga semi-final. 7 orang tersisa akan masuk ke final dengan catatan salah satu peserta bertarung 2 kali.

Babak terakhir adalah Final. 3 orang tersisa memperebutkan juara 1.

Apa ada yang tidak jelas?"

Mister Mattews memperhatikan muridnya yang diam tanda mengerti dan dia mengangguk puas.

"Saya akan menyebutkan peraturannya, dengarkan baik-baik.

1. Dilarang membunuh
2. Dilarang merusak meridian
3. Dilarang menyerang lawan yang sudah menyerah.
4. Dilarang menggunakan senjata kelas A, S dan pusaka.
5. Seri = kalah.

Apa kalian mengerti?"

"Mengerti!" jawab mereka serempak.

"Babak pertama dimulai dengan kelas 1-3!"

Semua murid kelas 1-3 masuk ke dalam ring lalu Master Mattews memasang array/pelindung agar penonton tidak mendapat dampak dari pertarungan.

Sedangkan kelas yang tersisa duduk di lantai sambil memperhatikan pertarungan.

15 menit berlalu.

Pertarungan di atas ring begitu sengit. Berbagai macam sihir saling bertabrakan membuat gelombang kejut yang dahsyat.

Level rata-rata semua murid adalah level 5. Murid di bawah level 5 mengalami kesulitan ketika menerima serangan lawan hingga membuatnya terlempar keluar ring atau pingsan penuh luka.

Melihat pertarungan yang begitu sengit. Diam-diam Rafael mengepalkan tangan. Dia menyunggingkan senyum penuh semangat kemudian Rafael menatap Theodoric yang duduk di sampingnya dengan tatapan kompetitif.

Theodoric yang merasa risih pun menoleh, "Ada apa? Apa kamu berniat melawan ku nanti?"

Rafael menggeleng ringan, "Tidak untuk sekarang. Aku ingin bertarung dengan mu di final. Jadi aku akan mengalahkan mereka semua lalu mengalahkan mu!"

Theodoric tertegun sejenak mendengar ucapan Rafael.

'Dia sangat jujur!' kata Theo dalam hati.

Theodoric tersenyum provokatif pada Rafael, "Kalahkan saja jika kamu bisa!" katanya tengil.

Rafael semakin melebarkan senyum hingga giginya tercetak rapi di sana ketika mendapat tantangan dari Rival nya.

Jantungnya berdegub kencang tidak sabar menunggu momen ketika dirinya dan Theodoric bertarung 1 lawan 1 di atas ring.

Beberapa menit kemudian, tersisa 5 orang di atas ring. Setelah itu Master Mattews memanggil kelas berikutnya.

"Selanjutnya kelas 1-5"

"Berikutnya kelas 1-2"

"Kelas berikutnya kelas 1-4"

"Di lanjut dengan kelas 1-6"

Bersambung...

👑👑👑

Extraordinary PrinceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang