Bab 30 ~ Bagaimana Bisa?

1.1K 171 17
                                        

Bab 30 ~ Bagaimana Bisa?

👑👑👑

Seorang pemuda melesat begitu saja dan berhasil masuk terlebih dahulu ke dalam portal seorang diri.

Theo dan ke-empat senior nya juga ikut melesat beserta peserta lainnya.

Setelah tiba di dalam portal, jalan lebar yang ditujukan sebagai jalan untuk lomba malah membeku.

Di depan sana, seorang pemuda tersenyum mengejek pada semua peserta lalu kembali melesat tanpa memperdulikan umpatan yang tertuju padanya.

Theo mengeluarkan naga kecil berselimut holy rose demon yang mampu membakar apapun.

Naga kecil itu langsung melesat sambil menyemburkan api guna membuka jalan untuk Theo dan ke-empat seniornya.

Theo berlari terlebih dahulu disusul oleh Nafis dan Zeno. Leizen dan Helios berlari di belakang mereka sambil mengeluarkan sihir masing-masing.

Leizen mengeluarkan sihir airnya dan Helios mengeluarkan sihir angin dengan kepadatan tinggi hingga jalan yang telah Theo buka kembali tertutup es. Hal itu mencegah peserta lain memakai jalan yang telah Theo buka.

Para peserta dari Akademi lain tidak berdiam diri, kebanyakan dari Akademi besar seperti Akademi Cumulus memiliki reflek yang baik dan mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Berbeda dengan Akademi kecil yang masih kurang terampil dalam pengambilan keputusan seperti saat ini meskipun kebanyakan dari mereka telah tingkat 3.

Berpengalaman bukan berarti Professional!

Melihat akademi - akademi besar telah mengambil tindakan, mereka pun bekerja sama seperti hal nya yang telah dicontohkan oleh akademi besar.

***

Di aula besar akademi cumulus, semua siswa menatap layar dengan serius.

“Siapa orang itu? Sihir es nya kuat sekali!”

“Dia terlalu sombong, apa dia tidak peduli terhadap rekan satu tim nya?”

“Benar. Sihir es nya bukan hanya menghambat musuh, tapi juga menghambat rekan satu tim nya. Sial sekali jika satu tim dengan nya.”

Rafael dan Oxyn pun ikut menatap layar dengan serius.

“Setelah melihat ini, aku merasa Theo jauh lebih baik dari pemuda pengguna sihir es itu” kata Oxyn memberi komentar.

“Hahah... Kamu benar Sin! Meskipun rival ku kuat, tapi dia tidak pernah meninggalkan teman” kata Rafael menanggapi.

“Syukurlah dia bisa bekerjasama dengan para senior. Theo seperti bukan berada di tingkat 1 melainkan setara dengan para senior. ”

“Kau tidak perlu gugup dengan para senior, Sin. Lagipula mereka tidak akan memakan mu. Hahahah...” ejek Rafael.

“Tetap saja mereka adalah senior yang harus di hormati”

Rafael mengerutkan dahi, menurutnya yang sebagai seorang Pangeran, sifat hormat Sin tidak menggambarkan seorang Pangeran. Tua dan muda pasti akan hormat padanya.

Sin terlalu baik untuk seorang Pangeran!

***

Di tempat khusus para mister Akademi. Salah satu mister mengepalkan tangan melihat muridnya yang begitu sembrono tanpa memikirkan rekan satu timnya.

“Sudah ku bilang anak itu tidak pantas di ikutkan kompetisi ini.” gumamnya yang masih bisa terdengar oleh mister di sebelahnya.

“Sudahlah Mister Chen, lagipula ia mengikuti kompetisi ini sesuai prosedur Akademi. ” kata mister yang satu Akademi dengannya.

Extraordinary PrinceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang