👑👑👑
VOTE sebelum baca!
👑👑👑
Seharian Theo terus berlatih di bawah bimbingan Mister Cedrik. Malam nya ia habiskan dengan membaca buku yang ia pinjam, setelah itu Theo pun tidur.
Pagi pun tiba. Seperti biasa ia datang ke akademi sambil menahan uap.
Di tengah pelajaran, Theo memilih tidur disaat Mister menerangkan materi. Karena tidak kuat lagi menahan kantuk, ia pun izin ke toilet.
"Ada apa, Murid Theo?" tanya Mister melihat Theo mengangkat satu tangan.
"Murid izin ke toilet"
"Silahkan"
Theo pun beranjak lalu keluar kelas. Bukannya pergi ke toilet, Theo malah masuk ke uks. Entah keberuntungan dari mana, hari ini uks sangat sepi tidak ada yang menjaga. Sepertinya tabib sedang sarapan.
Ia pun berbaring di salah satu ranjang lalu memejamkan mata.
'Ini lebih baik daripada mengikuti kelas' katanya dalam hati.
Tanpa terasa Theo tidur hingga masuk ke pelajaran selanjutnya.
Pelajaran selanjutnya diisi oleh Mister Cedrik, ia memperhatikan barisan belakang dan tidak mendapati Theo di sana.
"Apa hari ini Murid Theo tidak masuk?" tanya Mister Cedrik.
"Theodoric sedang di toilet, Mister. Apa perlu murid ini menjemputnya?" tanya ketua kelas yang bernama Luth.
"Tidak perlu"
Mister Cedrik membaca sebuah mantra lalu muncul gambar seperti layar infokus yang menelusuri setiap sudut akademi kecuali toilet.
Murid kelas 1-1 memperhatikan layar tersebut dengan kagum. Tiba di ruangan uks, layar tersebut memperlihatkan Theo yang sedang tertidur pulas.
Wajah tampannya tampak damai seolah tidak akan ada bencana.
"Bukannya Theodoric pergi ke toilet? Kenapa bisa ada di uks?" kata salah satu murid.
"Apa dia sedang sakit?"
"Sepertinya dia tidak sakit sama sekali"
Disaat semua orang sedang berdiskusi, Rafael malah tertawa terbahak-bahak melihat rivalnya tidur nyenyak di uks.
"Hahahhaha"
Tertawaannya mengundang atensi semua orang
Berbeda dengan Mister Cedrik yang malah kesal melihat muridnya bersantai ria.
Ia pun mengirim layar tersebut ke semua kelas dari tingkat 1 sampai tingkat 3.
Di salah satu kelas 2.
"Bukannya dia Theodoric? Hahaha, bisa-bisanya dia tidur disaat jam pelajaran"
Semua kelas pun menertawakan Theodoric yang sedang tertidur pulas itu.
Master salah satu kelas 2 memerintahkan salah seorang muridnya untuk memberi pelajaran pada pemuda di dalam layar tersebut.
"Murid Lei, bangunkan dia" kata Master tersebut.
Leizen bangkit lalu menundukkan sedikit kepala dan mulai meninggalkan kelas.
Leizen adalah murid beasiswa yang berprestasi. Rambutnya putih, iris matanya biru dan berelement petir dan air.
Ia berjalan menuju ruang uks dengan wajah datar. Sebelas dua belas sama Theo, tapi ia jarang bicara tidak seperti Theo yang masih bisa diajak berkomunikasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Extraordinary Prince
FantasyWelcome to Lux Imagination... 👑👑👑 Bagaimana rasanya terlahir kembali di dunia Otome Game? Game yang bergenre Harem! Apalagi terlahir menjadi seorang Pangeran dari Kerajaan Misterius? Jangan Bercanda! Naufal Pratama bahkan belum mati di Bumi, tap...
