👑👑👑
VOTE sebelum baca!
Zeraslan tidak puas dengan hasil ini. Meskipun dia termasuk ke dalam 5 orang perwakilan kelas 1-6, tetapi dia merasa belum menunjukkan kehebatannya.
Apalagi ketika terdapat seorang gadis yang tidak melakukan apapun malah masuk ke dalam perwakilan kelas. Sungguh memalukan!
"Kelas 1-1, silahkan masuk ke dalam arena!" kata Mister Mattews.
Semua murid kelas 1-1 pun masuk ke dalam arena.
"Jangan sampai kalah." kata Theodoric tanpa menoleh.
"Hahah ... kamu tenang aja rival ku. Aku pasti akan melawan mu di final!"
"Mulai!" teriak Mister Mattews.
Mereka pun langsung menyerang satu sama lain mengeluarkan jurus andalan mereka.
Dentingan senjata dan ledakan sihir memenuhi arena.
Ketika mereka sedang sibuk bertarung, Theodoric malah duduk bersila di tepi arena sambil memperhatikan jalannya pertarungan.
'Hmm, aku sangat lelah hari ini. Akan lebih baik jika aku punya senjata otomatis' monolog Theodoric dalam hati.
5 menit berlalu.
Zeraslan terus memperhatikan Theodoric di luar arena. Entah kenapa rasanya kesal melihat Theodoric hanya duduk santai sedangkan teman-temannya sedang bertarung serius.
'Apa-apaan dia itu?!'
"Kenapa tidak ada satu pun yang menyerangnya? Apa mereka semua takut pada Pangeran Theodoric?" gumam Zeraslan.
"Sepertinya bukan begitu." kata pemuda berambut coklat dan bermata coklat.
"Hmm...?" Zeraslan melirik pemuda di sampingnya.
"Sepertinya Pangeran Theodoric menyembunyikan hawa keberadaannya" katanya lagi.
"Maksud mu, dia melakukan hal yang sama seperti Aluna?" tanya Zeraslan.
"Aluna tidak menyembunyikan hawa keberadaannya, kamu saja yang terlalu fokus pada ku"
***
Kembali ke pertandingan.
Theodoric melindungi dirinya dengan array tipis agar tidak terkena sihir nyasar.
'Akan lebih baik jika aku punya hewan peliharaan'
'Tunggu!'
Theodoric mengeluarkan petir di telapak tangannya. Dia terus fokus agar petir tersebut dapat berbentuk naga.
Duar!
Ledakan kembali terdengar melempar percikan api ke segala arah.
Percikan api tersebut terpental ketika mengenai array Theodoric.
'Fokus. Fokus. Fokus!'
Petir di telapak tangan Theodoric berubah-ubah bentuk tapi belum sesuai yang di inginkan.
'Berhasil!'
Seekor naga barat kecil berhasil ia buat dengan sihir petirnya.
'Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya agar naga ini bisa bergerak'
Di ambang pintu ruang olahraga, Mister Cedrik baru saja datang dan tercengang melihat murid nya duduk santai disaat yang lain tengah bertarung.
Tiba-tiba Theodoric merinding seperti sedang ditatap oleh binatang buas. Ia pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat Master nya sedang menatap tajam padanya.
Theodoric pun langsung berdiri dan melemparkan naga kecil ke sembarang arah.
"Hancurkan semuanya!"
Tanpa Theodoric duga, naga petir buatannya bergerak sesuai insting.
Naga petir milik Theodoric menyerang siapa pun yang menghalangi jalannya.
"Apa itu?"
"Naga yang terbuat dari sihir petir?!"
"Aku baru tahu ternyata sihir petir bisa membuat sesuatu seperti itu!"
Theodoric sendiri juga nampak terkejut, tapi dia memilih abai dan bergabung ke dalam pertarungan.
"Seperti yang di harapkan dari rival ku!" kata Rafael semangat melihat Theodoric dan naga nya menyerang secara membabi buta.
Mister Cedrik tersenyum misterius lalu pergi meninggalkan ruang olahraga.
Sebenarnya dia kesana hanya ingin melihat perkembangan Theodoric, namun dia terkejut ternyata Theodoric sedang membuat jurus baru dan jurus itu berhasil berkat keberadaannya.
Beberapa menit kemudian pertarungan pun berakhir menyisakan 5 orang tersisa di dalam arena, sisanya di lempar oleh Theo keluar arena.
Theodoric tidak menggunakan teknik apapun, dia hanya melempar murid lainnya ketika melihat celah. Intinya dia hanya melempar orang seperti karung beras.
Bersambung...
👑👑👑
KAMU SEDANG MEMBACA
Extraordinary Prince
FantasíaWelcome to Lux Imagination... 👑👑👑 Bagaimana rasanya terlahir kembali di dunia Otome Game? Game yang bergenre Harem! Apalagi terlahir menjadi seorang Pangeran dari Kerajaan Misterius? Jangan Bercanda! Naufal Pratama bahkan belum mati di Bumi, tap...
