Bab 25 ~ Menyembuhkan Jake
👑👑👑
Theo menyusuri lorong akademi menuju kelas.
'Sampai saat ini aku belum bertemu pemeran utama penyebab kehancuran dunia ini. Sedangkan semua pemeran pria sudah bertemu dengan ku, kecuali dia-- yang berada di Akademi lain'
'Apa dia akan ikut kompetesi Royal Battle?'
“Theo!”
Panggil pemuda yang menghampiri Theo sambil bergandengan tangan dengan seorang gadis.
Tepat setelah Rafael tiba, Theo tidak bisa untuk tidak berbicara sarkas pada kedua sejoli itu.
“Apa kamu tidak tahan untuk tidak menunjukkan hubungan terlarang mu dengan wanita lain? Setidaknya lakukan itu setelah kamu benar-benar telah mengakhiri pertunangan mu.
Jaga wibawa mu layaknya seorang Pangeran, bukan seperti berandal yang tidak tahu aturan.” Sarkas Theo menatap datar Rafael.
Meskipun ucapan Theo sangat tenang dan datar, nyatanya Sera sangat malu akan hal itu. Sedangkan Rafael hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sera melepas tangan Rafael dengan kasar lalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata.
“Tunggu!” cegah Rafael, namun Sera tidak memperdulikan nya.
Theo kembali berjalan tanpa memperdulikan Rafael.
Rafael bingung harus mengejar Sera atau mengikuti Theo. Ia menatap punggung Sera dan Theo secara bergantian.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Rafael lebih memilih mengikuti Theo daripada mengejar Sera.
Belum jauh dari sana, Sera berbalik berharap Rafael mengejarnya, namun raut wajahnya semakin kesal melihat Rafael yang malah berjalan cepat mengikuti Theo daripada mengejar dirinya.
Sera menghentakkan kaki lalu berlari dengan marah.
👑👑👑
“Tunggu, Theo...!” Rafael berjalan mundur dihadapan Theo.
“Apa kamu marah?” tanya Rafael menelisik.
Theo mengerutkan dahi mendengar pertanyaan ambigu Rafael.
“Tidak” balas Theo datar.
Rafael mencoba mencari kebohongan pada raut wajah Theo, namun ia tidak menemukan apapun.
Rafael paling tidak bisa menebak perasaan Theo melalui raut wajah karena Theo selalu memasang wajah datar dan berkata dengan tenang.
Jika tidak melihat Theo, mungkin ia tidak akan percaya ada manusia seperti itu.
Ooh, jangan lupakan Leizen yang lebih parah dari Theo!
“Lalu... kenapa kamu berkata seperti itu pada ku di depan Sera?” tanya Rafael memasang wajah serius.
Pletak!
Saat ini Rafael sangat 'menggemaskan' hingga Theo tidak bisa menahan diri untuk tidak menjitak nya.
“Aduuuh! Kenapa kau menjitak ku!” protes Rafael tidak Terima.
Lihat! Wajah bodoh Rafael kembali.
Di mata Theo, wajah Rafael terlihat seperti orang bodoh yang mudah ditipu meskipun sebenarnya Rafael tidak mudah ditipu. Gelarnya sebagai Pangeran bukan sekedar pajangan. Tapi tetap saja, di mata Theo, Rafael selalu bertindak bodoh.
“Tangan ku tergelincir” dalih Theo tenang.
“Yang benar saja! Kali ini kebohongan mu terlihat jelas, kawan! ” sanggah Rafael.
KAMU SEDANG MEMBACA
Extraordinary Prince
FantasyWelcome to Lux Imagination... 👑👑👑 Bagaimana rasanya terlahir kembali di dunia Otome Game? Game yang bergenre Harem! Apalagi terlahir menjadi seorang Pangeran dari Kerajaan Misterius? Jangan Bercanda! Naufal Pratama bahkan belum mati di Bumi, tap...
