👑👑👑
VOTE sebelum baca!
Sudah tiga hari sejak Theodoric berdiskusi dengan Mister Cedric. Theodoric sampai harus memohon pada Mister Cedric agar mau menyembuhkan penyakitnya. Mister Cedric menyetujuinya tapi dengan syarat menjadi muridnya. Theodoric pun setuju jika hanya itu syarat nya. Tidak ada salahnya juga.
Kemarin sore, latihan dimulai. Mister Cedric membawa Theodoric ke tepi hutan yang berada tidak jauh dari akademi lalu memerintah Theodoric untuk pergi ke rumah Mister Cedric yang berada di tengah hutan kecil dengan mengandalkan fisik dan indera nya saja.
Awalnya Theodoric tidak mengerti, tapi semua itu terjawab ketika Mister Cedric menutup mata dan telinganya dengan kain hitam lalu di beri segel hingga Theodoric tidak bisa melihat atau mendengar apapun dari sekitar nya. Kondisi nya saat ini buta juga tuli.
Mister Cedric meraih telapak tangan Theodoric dan membuat tulisan menggunakan jarinya. “Rumah ku berwarna hijau.” tulisnya di telapak tangan Theodoric.
Theodoric mengerutkan dahi. Bagaimana bisa ia melihat warna dalam keadaan mata tertutup begini? Tapi Theodoric tetap mengangguk sebagai jawaban.
“Mulai!” tulis Mister Cedric lalu menghilang dari hadapan Theodoric.
Hening.
Theodoric sedikit gugup karena tidak bisa melihat dan mendengar apapun di sekelilingnya. Ia mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Setelah itu Theodoric berlari memasuki hutan.
Beberapa jam kemudian, keadaan Theodoric sangat kacau. Pakaiannya kotor dan ada beberapa robekan di pakaiannya. Tubuhnya sendiri dipenuhi sayatan di beberapa bagian akibat terkena jebakan. Bibir bawah nya pecah-pecah dan terasa perih.
Di atas pelipis nya terdapat sayatan cukup dalam hingga darah keluar dan membasahi kain penutup matanya.
Napasnya memburu karena kelelahan, tapi ia terus berlari mengandalkan indera penciuman nya.
'Sebenarnya Master berniat melatih ku atau menyingkirkan ku sih?' pikir Theodoric tak habis pikir pada jebakan yang Mister Cedric buat yang terkesan untuk pembunuhan bukan pelatihan.
Theodoric yang sedari kecil sangat di jaga oleh keluarga dan rakyat Kerajaan Ilussio, kini dibuat babak belur oleh jebakan Mister Cedric. Bahkan ia tidak boleh berlatih pedang atau kegiatan fisik apapun yang dapat membuat nya sakit berkelanjutan. Tapi lihat sekarang! Ia berlari hingga fisik nya sangat kelelahan. Theodoric juga merasa seperti ada sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.
'Gawat! Penyakit ku mulai kambuh!'
Dadanya mulai terasa sesak, seluruh tubuhnya sakit, tapi ia terus berlari sambil menghindari jebakan. Untungnya ia mulai terbiasa menggunakan indera penciuman.
Theodoric mencium aroma masakan dari kejauhan. Ia sangat bersemangat.
Brug!
Tapi saat tiba di halaman, Theodoric hilang kesadaran dan tubuhnya terjatuh ke tanah.
Setengah jam kemudian, Theodoric terbangun dalam kondisi sama seperti sebelumnya. Hanya saja, luka di pelipis nya sudah di tutup oleh perban. Mata dan Telinga nya pun sudah bisa digunakan.
“Makanlah. Setelah makan, kau bisa langsung pulang Theo.” ucap seseorang.
Theodoric menoleh mendapati Mister Cedric yang sedang duduk di jendela sambil membaca buku. Theodoric bangkit dan berjalan ke Mister Cedric. “Terimakasih telah menolong murid ini, Master.” kata Theodoric tulus.
Biasanya saat penyakit nya kambuh, ia akan terbaring selama berhari-hari lamanya sambil merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Tapi sekarang, berkat Mister Cedric, jangankan berhari-hari, ia sudah bangun hanya kurang dari satu hari. Mungkin beberapa jam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Extraordinary Prince
FantasíaWelcome to Lux Imagination... 👑👑👑 Bagaimana rasanya terlahir kembali di dunia Otome Game? Game yang bergenre Harem! Apalagi terlahir menjadi seorang Pangeran dari Kerajaan Misterius? Jangan Bercanda! Naufal Pratama bahkan belum mati di Bumi, tap...
