👑👑👑
VOTE sebelum baca!
Leizen berjalan menuju kursi khusus 10 peserta dengan Saragas. Ketika ia bertatapan dengan Theo, kedua matanya berkedip dan Theo pun mengangguk, setelah itu ia duduk di kursi belakang.
Kenzi yang berada di samping Theo mengerutkan dahi melihat interaksi Theo dan Leizen yang sangat monoton.
'Apa semua murid Akademi Cumulus adalah orang-orang yang monoton?' tanyanya dalam hati.
“Peserta selanjutnya: Geffarin, Tingkat 2, Akademi Tartaros. Luciana, Tingkat 3, Akademi Bellezac. Haris, Tingkat 3, Akademi.... ”
Kesepuluh peserta naik ke atas arena.
Di tempat khusus pemenang, Theo menatap pemuda berambut biru dan bernetra biru yang sekarang berdiri di tengah arena bersama kesembilan peserta lainnya. Ia seperti pernah bertemu pemuda itu sebelumnya, tapi Theo lupa dimana mereka pernah bertemu.
'Geffarin? Sangat familiar.'
***
Pertandingan begitu intens di atas arena.
Theo memperhatikan Geffarin yang saat ini tubuhnya penuh luka, tapi pemuda itu sama sekali tidak mau menyerah.
Diantara semua peserta, hanya dia yang terlihat paling menyedihkan dan menjadi yang paling semangat.
“MASIH BELUM!” teriak Geffarin setelah mendapat serangan dan mundur beberapa langkah yang hampir saja akan keluar arena.
Geffarin melesat sambil mengerahkan sihir anginnya.
“WIND SPLASH!”
Sihir anginnya memadat lalu ia tembakkan pada lawannya saat ini.
Jurus Wind Splash milik Geffarin tidak terlalu kuat hingga lawan bisa dengan mudah menghancurkan jurus tersebut dengan wind splash miliknya.
“Sangat membosankan. Kenapa orang yang bahkan belum menguasai sihir bisa mengikuti kompetisi Viceroy. Apa Akademi Tartaros begitu kekurangan ahli?” kata Kenzi memberi komentar pada pertarungan Geffarin yang melawan sesama peserta berelemen angin.
Suara Kenzi lumayan besar hingga Saragas yang duduk di belakang Kenzi bisa mendengarnya. Tapi Saragas hanya tersenyum masam mendengar ejekan Kenzi.
Kenzi menoleh sambil melontarkan kata-kata hinaan pada Saragas.
“Oh aku lupa, bukankah kamu juga dari Akademi Tartaros? Kalau dipikir-pikir, kamu cukup beruntung bisa lolos ke babak selanjutnya. Aah, bahkan kemampuan mu tidak sebanding dengan tingkat 2 di samping mu”
Leizen yang sedang fokus pada arena pun mengalihkan pandangan nya pada Kenzi yang membawa-bawa dirinya.
Saragas mengepalkan tangan menahan semua hinaan yang Kenzi lontarkan padanya. Kenzi yang melihat Saragas mengepalkan tangan pun tersenyum polos.
“Kenapa kamu terlihat marah? Bukankah yang aku katakan adalah fakta?” tanya Kenzi sambil tersenyum menantang.
Theo yang sedari tadi mendengarkan ocehan Kenzi nampak tidak peduli dan terus melihat ke arena. Dia sama sekali tidak berniat membela atau menghentikan ucapan Kenzi. Baginya, itu tidak ada hubungan dengannya.
'Sekarang aku ingat, dia adalah orang yang berusaha membantu Mara!'
Beberapa saat kemudian, pertandingan pun berakhir dan wasit segera mengumumkan pemenangnya.
“Pemenangnya, Geffarin, Akademi Tartaros. Dan Luciana, Akademi Bellezac.” kata wasit mengumumkan.
“Wooooo!”
KAMU SEDANG MEMBACA
Extraordinary Prince
FantasiWelcome to Lux Imagination... 👑👑👑 Bagaimana rasanya terlahir kembali di dunia Otome Game? Game yang bergenre Harem! Apalagi terlahir menjadi seorang Pangeran dari Kerajaan Misterius? Jangan Bercanda! Naufal Pratama bahkan belum mati di Bumi, tap...
