Happy reading....
Arvie kini tengah berada di salah satu kamar yang iya yakini adalah milik rayyan, bukan karena arvie lancang untuk masuk ke kamarnya melainkan arkan yang meminta agar arvie sekamar dengan rayyan untuk sementara dengan alasan kamar yang belum di siapkan
Arvie mengelilingi kamar yang bernuansa galaxy dan menatap foto rayyan satu persatu.
"Arvie kangen bunda..."
Gumamnya sambil memegang sebuah foto keluarga rayyan.
"Kamu ngapain disini?"
Sebuah suara mengagetkan arvie tapi untungnya bingkai foto yang ia pegang tidak jatuh kelantai.
"Aku tanya, kamu ngapain disini?"
Suara sang pemilik kamar, siapa lagi kalau bukan rayyan
"I...itu... A.. aku..."
Arvie gugup dan berakhir diam
Sedangkan di ruang keluarga dimana arkan dan iren tengah duduk bersama
"Dad itu bukannya suara arvie?"
Arkan mencoba mendengarkan asal suara itu dengan seksama tiba-tiba berdiri dari duduknya
"Astaga aku lupa memberi tahu rayyan"-arkan
Arkan dan iren segera menuju kamar rayyan dan melihat apa yang terjadi, sesampainya disana mereka melihat arvie menangis sesenggukan.
"Apa yang terjadi?"-arkan
"Daddy kenapa arvie ada di kamar adek? Adek ga suka, ini namanya melanggar privasi adek"
"Ray kan sekarang punya adek karna kamar adek belum jadi, jadinya untuk sementara kalian tidur sekamar dulu ya"
Arkan berusama selembut mungkin untuk bicara kepada rayyan
"ENGGAK! Ga mauuuu"
Arvie yang sedari tadi menangis dan melihat perdebatan keluarga ini tiba-tiba merasakan sesuatu yang sesak
"Akh.... Hhhh...."
Arkan yang mendengar rintihan dan suara nafas arvie merasa khawatir.
"Arvie? Arvie kamu kenapa?"
Arkan panik melihat kondisi arvie yang tiba² lalu iren segera membantu.
"Daddy bawa ke kamar kita aja dad, biar aku hubungin ayu dan aku akan berusaha bujuk rayyan nanti"
Arkan segera bangkit dengan menggendong arvie menuju kamarnya, sedangkan iren mengajak rayyan beristirahat. Rayyan terlihat shock dengan kondisi arvie barusan.
Percayalah jika ia tidak sejahat itu.
"Adek sini sama mom"
Rayyan segera menghampiri dan tidur beralasan paha sang mommy.
"Hey sini liat mom"
Iren menuntun rayyan agar mau menatapnya.
"Mommy tau daddy sudah melakukan hal yang salah, tp arvie tidak melakukan tidak salah sayang, kamar adek arvie kan belum di beresin, jadi mommy mohon untuk bersikap baik sama arvie, kan kalian sodara sekarng jadi rayy harus belajar jadi abang yang baik, oke?"
Tidak ada balasan, rayy hanya meneluk iren dengan erat
"Sekarang tidur yah, mommy di sini"
Irene mengusap lembut suray milik rayy hingga si empunya terlelap, lantas iren bangit sebentar untuk melihat keadaan arvie, jujur hati nya belum bisa menerima keberadaan arvie sepenuhnya tp ia tau tuhanlah yang takdir
KAMU SEDANG MEMBACA
My Familly
Fanfictionini cerita tentang si bungsu Rayyan anugrah wirawan yang mendadak status kebungsuan nya hilang cerita ini murni karangan semata, apabila terjadi kesamaan dalam nama, tokoh, tempat,dll. merupakan hal yang tidak di sengaja. terima kasih. no plagiat
