PG19

6 0 0
                                        

Merhaba arkadaşlar

Yey dah Part 19

Gimana nih pendapat kalian tentang cerita aku

Komen ya

°°°°°°°°°°°
Happy reading 🐣

Istirahat ke dua Nindi di ajak oleh keynan ke rooftop sekolah .Nindi bisa melihat orang orang yang berlalu lalang di bawah karna asik melihat ke bawah Nindi sampai tak sadar bahwa keynan sudah ada di belakang nya ia tersadar kala tangan laki laki itu melingkar di perut nya

Ya keynan memeluk Nindi dari belakang . jantung Nindi tiba tiba berdetak sangat kencang

" Lagi liatin apa Hemm"

" I-ini "

" Napa jadi gugup gini sih "

Keynan terkekeh melihat pacarnya yang gugup ia juga bisa mendengar detak jantung Nindi yang berdetak sangat  kencang

Keynan membalikan badan Nindi sehinggga menghadap dirinya dan  keynan bisa melihat wajah putih Nindi yang memerah

"  Pipi kamu kenapa merah "

Nindi memegangi pipinya yang terasa panas ia salah tingkah dan langsung menghindar pergi menuju sopa 

" Cewek kalau salting kaya gitu ternyata "

Keynan pun menghampiri Nindi yang tampak masih salah tingkah 
" Nih cemilan sama minuman kamu "
Nindi mengambil kantung yang berisi cemilannya

Keynan yang melihat Nindi kesusahan membuka tutup botol minuman nya pun mengambil alih Botol dan memberikan nya pada Nindi

" Makasih "

" Hemm "

Nindi meminum minumannya sampai tersisa setengah  sungguh ia merasa gerah , dekat dengan keynan membuat jantungnya harus bekerja lebih  eskstra

" Nin kamu tau kan aku menerima kamu apa adanya "

Nindi yang awalnya memandang ke sembarang arah kini menghadap  arah  keynan

" Aku suka Nindi yang baik dan bicaranya yang  lemah lembut " lanjutnya

Nindi masih diam mendengarkan setiap kata demi kata yang keluar dari mulut keynan

" Apa kamu gak suka aku tampil seperti ini ? " Tanya Nindi

Keynan menggeleng
" Tidak , aku suka cuman aku harap kamu gak balas dendam sama Riska "

" Aku tahu Dia udah buli kamu, aku gak membenarkan kelakuannya tapi aku mohon jangan kotorin tangan kamu buat balas dendam sama Riska "

" Kamu bela dia dari pada aku pacar kamu sendiri " sungguh Nindi tak habis pikir dengan keynan

" Bukan gitu , kita bisa buat perhitungan dengen cara lain aku udah laporin Riska ke pihak sekolah tentang pembulian yang dia lakukan "

" Key kamu gak tahu apa yang udah dia lakuin sama aku " kesalnya

Nindi kesal dengan penuturan keynan yang terbilang memihak Riska . Nindi beranjak dari duduknya dan meninggalkan keynan

Terlepas itu benar atau salah Nindi hanya ingin  membalas dendam pada Riska ia harus merasakan apa yang Nindi alami.Dan tentu itu harus dengen tangannya sendiri semua perlakuan yang siska berikan padanya harus Ia balas

Nindi sampai di kelas dengan perasaan yang masih kesal. ia bahkan tak melihat keynan yang membujuknya seperti di novel atau di film film dimana saat cewek nya marah Maka sang cowok akan membujuk nya

Akhirnya Nindi memilih pergi ke UKS ia sudah bilang sama Isna bahwa ia pergi ke UKS dan menyuruh nya untuk memberi tahu guru yang mengajar bahwa ia sakit. Sakit hati juga termasuk sakit kan ?

Nindi merebahkan tubuhnya di brankar dan menutup tirai guna tak ada yang mengganggu dirinya yang akan tertidur

Ponsel Nindi berdering ia melihat siapa yang menelpon dirinya ternyata itu adalah bang Angga

" Ada apa bang ? "

" pesawat Bunda sama ayah penerbanganya ke deley jadi kita gak jadi jemput siang ini kemungkinan akan sampai nanti malam "

" Iya kak "

Setelah sambungan terputus Nindi menyimpan ponsel nya di meja deket berangkar.Baru ingin memejamkan mata Nindi harus menghela nafas karna telpon nya berbunyi kembali

Tertera nama  "keysayangan " yang  muncul di layar handphone Nindi.Nindi mengabaikan panggilan dari keynan ,Ia masih marah sama keynan yang membela Riska dan ia juga marah karena keynan tak mengejar dirinya .sudah dua kali Keynan menelponnya tapi tak juga membuat Nindi mengangkat telpon tersebut

" Angkat telpon nya berisik "
Nindi terperanjak kaget mendengar suara lantang dari seorang laki laki . nindi pikir ia hanya disini sendirian nyatanya ada orang lain

Nindi membuka tirai pembatas antara brankar dirinya Dengan brankar sebelah .Nindi terkejut kala tau siapa orang yang berada di sebelahnya
" Ngapain Lo disini "

" Harusnya gue yang tanya ngapain lo kesini , gue perhatiin lo gak sakit "

Nindi gugup
" Gu-e .... Kata siapa gue gak sakit gue sakit kok "

" Sakit lambe mo badan bugar gitu "

" So tau lu,emang Lo dokter "

" Dipikir gue gak denger hah cerocosan Lo tadi "

Sial ketahuan sudah dia berbohong , sepertinya Rafi emang melukapakan dirinya , dan Kiara yah semua karna Nindi Yang membawa semua ingatan Rafi demi bisa bales dendam sama Riska

" Sakit hati juga sakit kalau lu gak tau "

" Serah lu , kalau lu mau disini jangan berisik gue mau tidur "

Belum Nindi membalas ucapan nya Rafi sudah lebih dulu menutup tirai nya

Lama saling terdiam akhirnya Nindi mencoba untuk mengajak Rafi berbicara

" Fi"

" Hemm"

" Kirain gue Lo tidur "

" Ini gue tidur tapi ke ganggu sama suara Lo "

" Lo , udah gue gak mau ngajak berantem gue cuman mau bilang makasih udah tolongin gue"

" Sama sama "

" Lo gak nanya gitu gue bilang makasih karna apa "

" Gak penting , gue emang orang baik jadi orang banyak yang bilang makasih sama gue "

" Dih sombong Lo"

Nindi yang kesal dengan ucapan rafi pun memilih untuk turun dari brankar dan pergi

°°°°°°°°°°°°°°
TBC
Gimana ya merasa gak puas sama ceritanya tapi yaudah lah
Toh gak banyak yang minat juga

Solokan jeruk
6 Desember 2023


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 07 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Peran GandaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang