❗part terbaru akan muncul kalau kalian sudah follow❗
❗Jangan lupa follow vote komen dan share ke media sosial kalian ❗
Cahaya merah di waktu senja, jingga bersarang di cakrawala. Aku merindukanmu, setelah aku terluka begitu dalam karena sakitnya seb...
Hargai penulis dengan memberikan vote,berkomentar dan memfollowwattpad juga semua sosial media saya biar gak ketinggalan notifikasi,info update,konten dll.
"Mau, gue juga udah laper," jawab lea jujur karena perut nya memang sudah lapar.
"Mau makan apa?" tanya jarrel lagi.
"Sambal udang aja. Soalnya gue lagi pengen makan itu," kata lea. Jarrel langsung menekan tombol merah dan meminta bik imas untuk menyiapkan makanan untuk lea.
Jarrel menaiki kasur dan langsung memeluk tubuh mungil lea, sontak hal itu membuat lea kaget atas apa yang jarrel lakukan. "Lo kenapa sih?" tanya lea.
"Jangan ngambek lagi. Jangan pergi tanpa ijin, capek gue nyariin lo," cicit jarrel dengan nada manja. Lea sempat tercengo mendengar nya.
"Cih, sejak kapan lo jadi kayak bayi gini?" kata lea.
"Sejak serumah sama lo," jarrel mendusel duselkan kepala nya ke ceruk leher lea.
"Awaas rel, geli tau!" ucap lea berusaha menjauhkan kepala jarrel namun sia sia.
Jarrel menghiraukan perkataan lea, ia lebih asik bermain di ceruk leher lea. Hingga suara ketukan pintu membuat nya harus memberhentikan aktivitas nya.
"Gue aja yang ambil," ucap jarrel saat melihat lea hendak berdiri.
Jarrel berjalan ke arah pintu dan mengambil nampan yang di bawa oleh bibi yang berisikan makanan untuk lea. Setelah mengucapkan terimakasih pada bibi, jarrel kembali ke kasur untuk menyuapi lea.
"Siniin nasi nya gue udah lapar," kata lea.
"Biar gue suapin," sarkas jarrel.
"Gue masih punya tangan jadi gue bisa makan sendiri," tolak lea karena ia bukan sakit parah yang harus di suapin.