kalpataru

80 33 32
                                        

di pagi hari yang cerah ini, dari atas rumah pohon terlihat sepasang kaki sedang menjuntai kebawah dengan menggoyang goyangkan kakinya, lalu terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk sembari memegang sebuah biola berwarna coklat keemasan, ia menaruh biola di pundaknya dan mulai menggesek senarnya menggunakan bow biola, perlahan lahan ia mulai mengeluarkan nada nada indah dari biola itu. 

permainan biolanya terhenti saat ada seseorang yang memanggil namanya untuk turun kebawah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

permainan biolanya terhenti saat ada seseorang yang memanggil namanya untuk turun kebawah.

"minara" 

minara ialah nama si wanita biola.

"iya yah" sembari menuruni tangga pohon

yang memanggilnya itu adalah ayah dari minara.

"kamu hari ini ada jadwal mengiringi pernikahan di gedung serba guna di desa kan?" ucap ayahnya

"ah iya mina lupa yah, mina harus siap siap dulu."

minara adalah seorang violinist yang sering mengambil tawaran sebagai pengiring pernikahan, minara pun bergabung dalam orkestra di kotanya. karena di kotanya ia tidak ada kegiatan untuk grup orkstranya lagi, jadi ia memutuskan untuk pulang ke kampung halaman bersama ayahnya.

minara sudah kembali, bersiap untuk pergi ke balai desa untuk mengiringi perikahan disana.

"mina cepat !"

"iya yah, yu yah mina sudah siap"

"lama banget" dengan menekan perkataannya

minara dan ayahnya memang tidak begitu akrab, terkadang minara selalu di marahi dan di pukul oleh ayahnya.

minara dan ayahnya pergi menggunakan sepeda onthel milik ayahnya.

setelah sampai di depan gedung minara turun dari sepeda dan meminta salam pada ayahnya, namun ayahnya tidak menggubrisnya lalu pergi meninggalkan minara sendiri. 

minara berjalan menuju gedung itu dan masuk ke dalam ruangan yang sudah tertempel tulisan ruang violinist dan ruang make up pada pintunya, mungkin ini ruangannya minara masuk kedalam ruang itu, di dalam ia melihat ada banyak panitia make up dan pengantin wanitanya.

"permisi, apa ini ruang tunggu untuk violinist?"

mereka tidak menjawab pertanyaan minara, hanya melihatnya saja, minara terheran lalu masuk dan menduduki dirinya di kursi.

penganti wanita di dalam ruang make up keluar karena akan melaksanakan ijab kabul.

setelah menunggu beberapa lama, nama minara di panggil untuk bagian pengiringan pengantin ke panggung.

"mba violinistnya ya?" ucap salah satu panitia

"iya mas, saya violinistnya" jawab minara

"ayo mba sudah di mulai"

"oia mas"

"sudah siap mba?"

"sudah mas"

minara sudah di tempat karpet merah, seperti pada pengiring umumnya minara berjalan di depan pengantin sembari memainkan lagu beautiful in white dari shane filan, dengan pelan ia berjalan kedepan mengiringi mereka.

semua mata tertuju padanya, para tamu undangan dan pengantin pun menikmati melodi gesekan biola minara. 


𝙝𝙖𝙞 𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙣𝙖, 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙙𝙞 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞, 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙩𝙖, 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙩𝙪𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙣𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙢𝙖𝙩 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙞𝙠𝙪𝙧 𝙗𝙪𝙖𝙩, 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙡𝙪𝙣𝙜.

Enigma puspa manahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang