Aku dan Minara telah sampai di rumah sakit, kami berjalan menuju ruang inap Adit.
"ayo Minara ikut aku kita ke ruang inap nya Adit di rawat." ajak ku pada Minara
Minara hanya mengangguk dan ikut berjalan bersamaku menuju ruang inap Adit.
Saat sampai di ruang inap, ku dengar suara Adit seperti sedang mengobrol bersama seseorang, mungkin saja Adit sudah siuman dan bisa mulai berbicata kembali, aku menghampiri nya dan melihat Adit yang sudah siuman dan sedang mengobrol dengan suster penjaganya.
"Dit ! kau sudah siuman ?" ucap ku dengan penuh gembira
"eh Eiham, kau kemari ?." balas Adit dengan lesu
"wahh.. alhamdulillah Dit kau sudah siuman."
Adit tersenyum dan keheranan siapa yang aku bawa ke rumah sakit ini, dia berada tepat di belakang punggungku.
"hehe alhamdulillah Ham." sembari memegangi perutnya
"gimana rasanya perut mu Dit ?." tanya ku
"ahh... ini mah kecilll.... aku kan kuat hehehe."
"kau ini masih saja bercanda dit... dit.."
"hehe, eh ? Ham, siapa itu di belakang mu ?, kau membawa siapa ?." tanya Adit pada ku sembari berbisik
"ahhh iya aku lupa, kau tidak akan menyangka Dit, liat siapa yang ku bawa." jawabku sembari menggeser badan ku
aku memperlihatkan Minara pada Adit, Adit langsung membulatkan matanya dan langsung membuka mulutnya
hah..
hela nafas Adit saat melihat seseorang yang ia liat di hadapannya, itu adalah wanita biola yang Eiham ceritakan dan tunjukan padanya, sekarang ia tepat berada di depannya.
"huwaa.. Ham ! si wanita biola itu ? dia disini ?! di ruangan ku ?! gila kau ham ! memang gila kau ahahaha, aduh sakit perut ku." takjub Adit sembari memegangi perutnya
"hahaha santai Dit jangan terlalu bersemangat, keren kan aku hahaha." tawa ku
Minara keheranan mengapa mereka berbicara seperti itu, seperti sudah mengenali nya saja.
"haha iya Ham kau benar benar hebat, gila aku kalah Ham, andai saja Salma kemari Ham, pasti kita jadi double date hahha, aduh." ujar Adit
"ish kau ini, maaf ya Minara, Adit memang seperti itu, dia suka bercanda jangan di anggap serius." ucapku pada Adit dan Minara
"jadi namanya Minara Ham ? wahhh keren kau Ham yang kau semogakan terjadi juga, serius juga tidak apa apa Minara hehe, ngomong ngomong salam kenal aku Adit ya." Adit menyodorkan tangannya pada Minara bertujuan untuk menjabat salam sebagai tanda perkenalan.
Minara tidak menjabat balik tangan Adit, Minara hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"emmm baiklah... tidak apa apa.." ujar Adit dengan malu dan menarik tangannya kembali memegang perut
aku hanya tersenyum kecil melihat Adit yang di tolak mentah mentah oleh Minara.
"emm maaf aku bingung kenapa Adit tadi memanggilku wanita biola ? dan kalian seperti tau tentang ku.?" tanya Minara pada aku dan Adit
aku dan Adit saling melihat
"emm jadi gini Minara aku dan Adit selalu membicarakan mu, dan kita pernah melihatmu waktu itu membawa biola, dan aku cerita pada Adit soal dirimu yang membeli kue bolu ibuku, maaf ya Minara kita sudah lancang." jelasku pada Minara
"i-iya Minara kau jangan merasa apa apa ya, maaf kalo membuat mu risih, tapi kita jujur tidak ada niatan apapun ko, asli." sambung Adit pada Minara sembari mengangkat dua jari tengah dan telunjuknya
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma puspa manah
Poésie𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯, 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯, 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘤𝘪...
