Happy Reading
-------------------------
Kini Kedua pasangan muda itu sedang berjalan di Koridor dengan bergandengan tangan, banyak pasang mata yang menatap mereka iri, tapi mereka tidak menghiraukan hal tersebut. Ada sesekali yang menyapa mereka dan hanya di balas senyuman tipis oleh Zahra, sedangkan Andra hanya memasang wajah datar saja tanpa ada niat membalas sapaan mereka.
"Mereka serasi banget"
"Aaaaa, mau kaya mereka"
"Huaaaa mama, Andra udah punya cewek, potek hati dedek bang"
"Najis, paling si Zahra ngasih tubuhnya secara cuma-cuma buat Andra,atau pake pelet"
Zahra yang mendengar itu langsung menatap siswa tersebut lalu menghampirinya dengan wajah datar sangat datar.
"Repeat again, apa yang barusan lo katakan" Ucap Zahra sambil menatap tajam siswa tersebut, sedangkan yang di tatap menunduk ketakutan.
"Ma-maaf" Ucap siswa tersebut, Zahra mengangkat dagu siswa itu dengan jari telunjuknya lalu....
Plak
Plak
Zahra menampar dengan keras orang itu, berani-beraninya dia mengatakan bahwa dirinya ngasih tubuhnya secara cuma-cuma ke Andra, Andra hanya menatap datar istrinya.
"Sekali lagi lo bilang gitu, Siap-siap Die in my hand" Ucap Zahra lalu pergi meninggalkan siswa itu.
"Udah? " Tanya Andra, Zahra mengangguk sebagai jawaban lalu mereka kembali berjalan ke kelas mereka dengan Andra yang merengkuh pinggang Zahra dengan posesif. Andra mengantarkan istrinya sampai di depan kelas, kelas mereka hanya berjarak 3 ruangan saja.
"Belajar yang bener, aku gk mau ibu dari anak-anak aku bodoh" Ucap Andra sambil mengusap kepala Zahra dengan pelan.
"Iya, kamu juga jangan bolos, masa bapak dari anak-anak aku tukang bolos" Andra tersenyum, kupingnya memerah sekarang.
Cup
"Bye sayang" Ucap Andra sambil berjalan menjauh dari Zahra.
"Bye sayang" Ucap Zahra sedikit berteriak. Zahra masuk ke kelas lalu melihat Bila yang sedang menangis di pelukan Silvi. Zahra menaikan satu alisnya seolah-olah bertanya kenapa, sedangkan Silvi hanya memberikan isyarat agar dirinya diam Zahra pun mengangguk saja.
"La ikut gw" Pinta Zahra lalu berjalan keluar lalu di susul oleh Lala.
"Bila kenapa? " Tanya Zahra
"Diputusin Novan"
"Penyebabnya? "
"Katanya sikap Bila mulai cuek ke dia " Jelas Lala secara singkat, Zahra mengangguk lalu mereka kembali masuk kedalam kelas. Hari ini belum ada pelajaran karena baru pertama masuk setelah libur panjang. Dari pada jenuh di kelas mereka pun lebih memilih untuk ke kantin saja dari pada gabut di kelas.
"Mau pesen apa?, biar gw yang pesen" Tanya Siska.
"Samain aja biar cepet" Jawab Lisa
"Nasi goreng sama es teh" Jawab Zahra, Siska berjalan ke arah stand yang menjual nasi goreng lalu kembali kemeja yang sudah diduduki oleh inti Capella.
"Udah lama kita gk nongkrong ke markas" Ujar Lisa sambil memakan kacang rebus.
"Udah lama juga kita gk tawuran" Ucap Lala yang masih fokus menatap ponselnya.
"Geng curut itu kemana? Tumben biasanya mereka selalu ngajak kita tawuran" Ucap Zahra heran, memang benar akhir-akhir ini geng itu tidak membuat onar sama sekali. Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan telah datang bersamaan dengan datangnya Andra dkk.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXANDRA AZZAHRA [On Going]
Teen FictionAlexandra Azzahra Menikah di usia muda? , sama sekali tidak terpikirkan oleh dirinya yang masih berusia 17 tahun Ini. dirinya di jodohkan dengan Zeaandra Alviano Aksara anak dari sahabat ayahnya, Zahra adalah wakil ketua dari geng motor CAPELLA, sed...
![ALEXANDRA AZZAHRA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/336097631-64-k972710.jpg)