VI. The Macaron

26 4 0
                                        

Setelah musik pengiring dansa selesai di mainkan, para pasangan dansa saling memberi salam dan memberi salam pada pemain musik dengan senyuman puas. Begitu pun dengan Annastasia, ia tersenyum lebar dengan jantung yang berdetak kencang karena senang, Ia tidak percaya malam ini benar-benar datang dan bukan hanya sekedar mimpi atau khayalannya saja.

Setelah tersenyum lebar pada Alan Annastasia memutar tubuhnya mencari William untuk menumpahkan semua perasaan dan kegembiraannya, namun tiba-tiba rasa mual muncul dari dalam perutnya, rasanya seperti ada sesuatu yang memaksa untuk di keluarkan. Dengan cepat Annastasia berjalan menghampiri William yang ternyata berada di pinggir pintu samping aula dengan segelas anggur yang entah sudah berapa gelas yang ia minum.

"Kakaaa" Annatasia berjalan cepat sambil menutup mulutnya, ia berusaha menelan kembali sesuatu yang sudah ada di tenggorokannya. "Aku harus pergi ke taman sekarang! Kau tunggu di sini saja ya Kak." Lanjutnya dan segera pergi keluar melalui pintu yang berada di samping William. 

William yang melihat adiknya bergegas pergi sambil menutup mulutnya rapat  pun bingung. "Anna kau kenapa?" Wiiliam berbalik mengikuti Annastasia keluar dari aula. 

Annastasia yang mendengar teriakkan kakaknya hanya menengok dan menyodorkan telapak tangannya memberi isyarat untuk menunggunya di dalam dan tidak mengikutinya. Melihat itu pun William berhenti dan menyadarinya. "Jangan bilang dia!! padahal sudah aku bilang jangan makan macaron terlalu banyak!" Gumamnya sambil menepuk jidatnya kesal. 

---

"Ini benar-benar aneh! Ada apa dengan wanita itu? Bagaimana bisa ada sengatan aneh saat aku menggenggamnya? Siapa dia sebenarnya." Lucas berjalan keluar dari aula pesta dansa menuju bangku taman sambil bergumam. Mencoba untuk kabur dari para wanita yang memintanya untuk berdansa sambil memikirkan hal aneh yang terus mengganggu pikirannya. 

Lucas memilih untuk duduk di bangku taman aula istana yang di kelilingi oleh semak bunga Bougainvillea, ia menjatuhkan punggungnya pada sandaran kursi. Namun dari jauh ia menyadari ada seorang wanita dengan gaun panjang berjalan cepat ke arahnya, ia memicingkan matanya dan memastikan siapa wanita yang berani mendatanginya. Setelah wanita itu semakin mendekat ternyata dia adalah Annastasia. "Dia wanita itu!" Dengan segera Lucas bangkit. "Kau! Aku masih belum beres denganmu tadi. Kemar--" Belum sempat Lucas membereskan kalimatnya, Annastasia menjulurkan tangannya memberi isyarat untuk Lucas menyingkir dari hadapannya, kemudian ia terus berjalan melewati Lucas dan mencoba masuk ke dalam lorong semak bunga Bougainvillea. 

"Hey tunggu!" Teriak Lucas sambil menggenggam lengan Annastasia tanpa sadar. Lucas menariknya dan Annatasia berbalik. "Tu..an kita bicara ini nanti oke!" Timpal Annastaasia cepat.

"Berani-beraninya kau menolak berbicara denganku?" Sela Lucas sambil terus menggengam lengan Annastasia.

"Bukan begitu, kau tahu saat ini ada banyak macaron yang sepertinya ingin keluar dari dalam perutku." Jawab Annastasia cepat sambil memegang perutnya dengan wajahnya yang pucat. Annastasia sudah susah payah untuk menelan kumpulan macaron ini saat berjalan menuju taman, sehingga kali ini ia benar-benar tidak bisa menahannya.

"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Lucas tidak mengerti

"Ku bilang aku ingin mun--" Annastasia berhenti bicara dan menutup mulutnya kencang. Kali ini macaron sudah benar-benar memenuhi rongga mulutnya. Dengan segera Annastasia menarik paksa genggaman tangan Lucas. "Hey!!" Teriak Lucas setelah Annastasia berlari kencang masuk ke dalam lorong semak dan mengeluarkan semua macaron yang ada di dalam perutnya. 

"Ahh sayang sekali padahal macaron ini sangat enak." Sesal Annastasia setelah selesai menguras macaron yang berada di dalam perutnya keluar. 

"Ternyata Berdansa sehabis memakan banyak macaron adalah mimpi buruk!" Gumamnya sambil berjalan keluar dari semak dan duduk lemas di bangku sebelah Lucas. 

BLUE MOONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang