IV. The Dancing

28 4 0
                                        

Malam Debutante pun di mulai, para Putri Bangsawan sudah menyiapkan diri mereka sebaik mungkin untuk bisa mendapatkan perhatian dan pujian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam Debutante pun di mulai, para Putri Bangsawan sudah menyiapkan diri mereka sebaik mungkin untuk bisa mendapatkan perhatian dan pujian. "Anna, apakah kau sudah siap?" Suara William terdengar dari belakang Annastasia. William yang sudah terlihat rapih dengan mengenakan jas panjang berwarna putih dengan jubbah berwarna hitam yang melingkari bahunya yang lebar.

"Tentu saja sudah, lihat kak apakah gaun ini cocok untukku?" Annastasia memutar tubuhnya, menampilkan gaun panjang yang berwarna kuning gading dengan renda berwarna coklat pada bagian dada, serta kerah gaunnya yang melebar hingga garis bahu, membuat kulit seputih susunya terlihat sangat indah.

William yang melihat adik kecilnya memutar tubuhnya pun tersenyum. "Sempurna! tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan adik William Delphinium ini." Kemudian William berjalan mendekati Annastasia dan meraih tangannya, lalu menyimpannya di lekukan lengan kekarnya.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi." Edward dan Diana yang juga sudah siap pun mengajak putra dan putrinya memasuki aula utama Kerajaan Alstroemeria yang menjadi tempat tarian pertama Debutante dilaksanakan.

---

Tarian pertama Debutante adalah tarian yang dilakukan berpasangan, dan biasanya para putri akan berdansa bersama tunangan atau bersama Ayah mereka. Namun Edward menyerahkan tugas itu pada William karena ia tahu tubuhnya tidak bisa di ajak menari dengan lentur. Ia tidak mau mengambil risiko putrinya di permalukan di depan umum karena tariannya yang sangat tidak indah dipandang, walau Annastasia tidak mempermasalahkan hal itu namun ia tetap menolaknya.

Namun ternyata keputusannya untuk menolak adalah pilihan yang tepat, karena kini Annastasia dan William menari dengan sangat indah. Tubuh mereka terlihat sangat ringan dan lentur bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti lantunan musik pengiring yang indah. 

Kehadiran Annastasia yang mengejutkan di tambah dengan sang Ratu yang memujinya, membuat banyak mata yang penasaran dengan tariannya, mungkin awalnya mereka hanya ingin melihat atau mengkritik jika ada kesempatan, namun kini mereka justru menikmati tarian Annastasia dan memberi pujian pada tariannya.

"Kali ini kau tidak bisa kabur lagi, Lucas!" Sisilia memberikan peringatan pada putranya dengan lirikan mata yang tajam dari atas singgasananya.

"Lihatlah Simon, dia sudah menyambut para tamu dengan senyumannya yang tampan. Lalu kau? Hanya diam di samping ibu dengan wajah yang menakutkan seperti ini." Sisilia yang selalu mengomel karena wajah tampan Lucas yang selalu terlihat menakutkan.

"Hah.. berdansa dengan satu wanita cukup bukan?" Lucas yang berdiri di samping kiri ibunya akhirnya bersuara.

Selain membenci wanita, Lucas Alstroemeria juga sangat membenci pesta dan berdansa, tentu ia benci berdansa karena dengan berdansa itu artinya ia akan bersentuhan dengan wanita. Kalau boleh memilih maka Lucas lebih memilih terjun ke medan perang daripada berada di tengah pesta dansa bersama wanita. 

BLUE MOONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang