Sepucuk cahaya pun perlahan-lahan muncul dari arah timur, seperti menghapus perlahan bulan besar berwarna biru tua dan meninggalkan perasaan lega. Semua orang yang berjaga di malam blue moon kini dapat kembali ke tempat tidur mereka atau sekedar melakukan aktivitas seperti biasanya dengan perasaan aman.
Kabut gelap yang sebelumnya menyelimuti Mansion kini perlahan menghilang bersamaan dengan sinar matahari yang perlahan memuncak. Dari jauh Diana melihat Edward berjalan sambil membopong Annastasia dengan gagah, diikuti oleh William yang membawa pedang hitam milik Annastasia yang masih berlumuran darah. Diana tersenyum setelah melihat raut wajah Edward yang terlihat lega walaupun, setelah malam blue moon pergi Annastasia akan tertidur cukup lama.
"Wendy siapkan air hangat dan baju ganti untuk Anna sekarang." Ucap Diana setelah melihat tubuh Annastasia yang kotor dan berbau amis darah. "Baik Nyonya."
---
Sudah 3 hari setelah malam blue moon itu pergi, namun Annastasia masih tertidur dengan nyenyak di kamarnya. Rutinitas yang selalu terjadi setelah kutukan Pangeran Kegelapan menguasai tubuhnya. Pada awal ini terjadi Edward dan Diana sangat khawatir hingga mereka nekat memanggil beberapa dokter, namun semua dokter mengatakan bahwa Annastasia hanya tertidur biasa karena kelelahan. Hingga kini mereka masih merasa khawatir, namun Edward dan Diana memilih untuk menunggu hingga Annastasia bangun dari mimpi panjangnya.
"Hari ini Anna belum bangun?" Edward berdiri di depan kamar Annatasia yang di jaga ketat oleh Elena. "Belum Tuan." Elena menjawab cepat, lalu ia kembali berkata. "Aku rasa Nona akan bangun besok setelah 4 hari tertidur Tuan."
"Kau benar, biasanya Anna akan bangun setelah 3 atau 4 hari. Tolong jaga dia dan jangan biarkan siapa pun masuk tanpa izin." Ucap Edward sambil berlalu pergi meninggalkan kamar Annastasia tanpa melihat keadaan putri kecilnya.
buk.. buk.. buk.. Dari jauh terdengar suara seseorang berlari menggunakan sepatu boot. "Ayahhh!" Teriak William dari jauh tergesa-gesa.
"Kenapa? Ada apa?" Tanyanya sambil menghentikan langkahnya karena terkejut mendengar William yang begitu berisik.
"Kata kepala pelayan Ozzie Count Benedict Darolyn dan putranya ini bertemu denganmu dan sekarang mereka sedang menunggu di ruang tamu." Jawab William setelah sampai di hadapan Edward dengan napas terengah-engah.
"Benedict? ada perlu apa mereka datang tiba-tiba?"
"Tuan!" Hugo menghampiri Edward dengan wajah yang terlihat panik. "Ada apa lagi ? Mengapa wajahmu juga panik begitu?" Tanya Edward sambil mengerutkan keningnya.
"Ada surat dari Kekaisaran Gardenia untuk Nona Annastasia Delphinium." Jawab Hugo Marigold sekretaris sekaligus tangan kanan Edwar Delphinium dengan wajah panik, karena surat itu bukan ditujukan untuk Edward atau William, melainkan untuk Annastasia Nona Muda yang selama ini disembunyikannya.
"APA?!! Surat untuk Anna?" Edward yang terkejut dengan segera melirik ke arah surat yang di bawa oleh Hugo menggunakan baki. Surat itu berwarna kuning emas dengan lambang bunga Gardenia yang mewah. Edward terdiam sesaat dengan tangan yang terkepal kuat, lalu ia menghembuskan napas panjang lalu kembali berkata. "Baiklah simpan dulu surat itu, sekarang aku akan menghadapi Benedict terlebih dahulu." Katanya sambil berjalan pergi menuju ruang tamu di ikuti oleh William dan Hugo.
Disaat Edward berjalan dengan perasaan cemas karena surat dari Kaisar di tambah dengan kedatangan Benedict yang tanpa pemberitahuan ini, tiba-tiba perkataan sang Ratu mengisi pikirannya. "Saat ini mungkin kau bisa menolak lamaran dari keluarga bangsawan yang kedudukannya lemah, namun cepat atau lambat akan ada lamaran untuk Anna dari keluarga bangsawan yang memiliki kekuasaan Ed, dan saat itu tiba kau tidak bisa lagi mengelak atau kabur. Jika kau lakukan itu maka Annastasia akan benar-benar berada dalam bahaya, bukan begitu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE MOON
RomanceLucas Alstroemeria, Pangeran sekaligus penerus takhta Kerajaan Alstroemeria sedang menatap tajam wanita yang ada di hadapannya. Kemudian ia melangkah mendekati wanita itu dan berbisik di telinganya. "Annastasia Delphinium, kau kan pemilik pedang hit...
