Curiga

1K 84 7
                                        

" lihat lah, betapa cantiknya dia " ucap Renjun penuh kagum pada kartun yang dia tonton bersama Mark dan Jaemin

" Sapi gembrot gitu lo Bilang cantik ?" Tanya Jaemin dengan wajah yang terlihat seperti tidak menyangka mungkin

" Ralat. itu tu kudanil putih. iya kan, njun?" Sahut Mark dengan bangga, yakin jawabannya paling benar.

"Kudanil dari mananya, jelas-jelas itu sapi."" balas jaemin, tak mau kalah

" Lihat moncongnya aja besar. Itu jelas kudanil,jaem." " ucap Mark dengan semangat

" Mata Lo yang katarak, jel__

Omongan Jaemin terpotong saat mendengar deheman dari pemuda mungil di sebelah mereka.

"Mata kalian yang katarak. Jelas-jelas itu peri," kata Renjun sambil mendongak, tatapan matanya tajam.

Mark dan Jaemin saling melirik, lalu serentak membulatkan mata.

" Dih peri sapi gembrot, hahahaha! ngakak " Jaemin tertawa kencang saat membayangkan peri modelan seperti sapi

" Udah ngga ketolong lo, njun. " balas Mark menggeleng prihatin.

"Diam!" Renjun menatap mereka dengan ancaman yang... yah, sebenarnya lebih terlihat lucu. "Sekali lagi kalian hina peri gue, gue habisi kalian."

Mark dan Jaemin langsung terdiam.

Tiba-tiba, suara pintu terbuka membuat mereka menoleh. Haechan baru pulang dari kantornya, mengangkat alis melihat istri-istrinya dalam suasana yang-aneh.

" Ini kenapa ni, kok agak tegang gitu?" Tanya Haechan yang baru pulang dari kantor nya.

Waktu memasuki rumah dia sudah di perlihatkan dengan istrinya yang sedang berdebat dan 2 di antara nya mendadak diam setelah mendapat ancaman dari pihak yang satu.

" Lihat echan, masa mereka bilang kalo moomin itu sapi sama kudanil? jelas-jelas itu peri " ujar Renjun dengan tangan bersidekap dada. Haechan mengalihkan arah pandang nya ke arah tv yang menampilkan kartun yang di perdebatkan oleh istrinya itu.

" Lah itu mah bukan peri njun, betul kata mereka itu kudanil kalo ngga Sapi eh tapi lebih ke sapi si " komentar haechan tanpa dosa.

Mark dan Jaemin yang mendengar ucapan dari Haechan mendadak was-was.

"Oh, jadi kamu juga bilang dia sapi, ya?" Renjun mendekat, tangan berkacak pinggang.

" Ehh,engga sayang. aku yang sapi " Haechan memberikan cengiran khas nya yang membuat Renjun mendengus.

" Udah sana pergi kalian ngangguin gue dengan peri gue aja "

Renjun melanjutkan acara menonton sapinya dengan Mark dan Jaemin yang juga ikut serta.

Haechan mendekat ke sofa dan duduk, kemudian mengeluh, "Eh, aku lapar deh. Ada makan?"

Mark yang sedang duduk dekat meja makan langsung berdiri dan berkata, "Oke, aku ambilkan." Dia bergegas ke dapur dan kembali dengan piring berisi makanan.

" Nih, makan yang banyak. Jangan sampai kelaparan, Echan," kata Mark sambil memberikan piring tersebut.

Haechan tersenyum lebar. "Thanks, sayang," jawabnya sambil mulai makan.

"Jeno mana?" tanya Haechan setelah beberapa suapan, sambil melirik ke sekitar.

"Dia belum pulang," jawab Renjun, menatap layar TV dengan serius.

Haechan hanya menjawab dengan anggukan, lalu melanjutkan makan tanpa banyak bicara. Suasana kembali hangat dengan tawa mereka, bercanda ringan sambil menonton bersama.

4 wifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang