Perangkap

710 54 2
                                        

" Lee Haechan, sudah lama kita tidak bertemu. Aku akan membalas kan dendamku, tunggu saja tanggal mainnya. Dan ya, apakah manis ku baik di sana? Sudah lama sekali,aku merindukan mu, Jung Jeno" Ujar Pria dengan rambut pirang itu, memandangi foto yang di pegangnya dengan tatapan kebencian.

" Permisi tuan " pria tersebut mengalihkan perhatian nya ke salah satu anak buah nya yang berdiri di depan pintu bersama pemuda dengan pakaian serba hitam.

" Kau sudah datang, ayo masuk " ajak pria tersebut Dengan senyum cerah.

Pemuda dengan pakaian serba hitam itu tersenyum tipis.

" Choi Beomgyu, yang aku tau jika kau sudah datang kemari, berarti ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?"

" Tepat sekali. ternyata kau masih mengenal ku Hyunjin ". jawab Beomgyu dengan nada santai

Hwang Hyunjin terkekeh, tentu saja dia masih mengenal sahabatnya ini yang juga merupakan tangan kanannya.

" Jadi, ada informasi apa?" tanya Hyunjin.

" Kau ingin balas dendam bukan? Mangsa mu sudah masuk perangkap". ujar Beomgyu sembari meminum wine yang sudah di tuangkan sebelum nya.

" Memang tidak salah jika aku sangat mempercayai mu. lihatlah, kau berhasil menjalankan misi mu dengan sempurna. "

Beomgyu tersenyum sinis. " Aku memang hebat. tapi, apakah rencana nya masih sama?"

" Of course. kita tinggal membuat dia untuk lebih percaya padamu, dan bila saat nya sudah tiba, kita musnahkan dia. tapi untuk 'memusnahkan' terasa kejam bukan?,aku akan mengambil nya dan menikmati nya terlebih dahulu, karena dari awal dia adalah milik ku. "

" Aku akan bertemu dengannya besok. Dan, kau tau, suami nya tidak tahu akan hal itu"

" Oh ya? Hal ini semakin mempermudah rencana kita"

" Tentu saja, kau akan mendapatkan kemenangan mu, Hyun jin"

" Aku sungguh tidak sabar, ayo berpesta kita rayakan ini " Hyunjin mengangkat gelas nya begitupun dengan Beomgyu.

Hyunjin mengangkat gelasnya, disusul oleh Beomgyu yang ikut bersulang. Senyum tipis muncul di wajah Hyunjin saat matanya kembali terfokus pada foto pria yang ada di tangannya-Jung Jeno, atau lebih tepatnya, Lee Jeno, istri dari Lee Haechan.

🐻🐶🐰🦊🐯

Haechan duduk di meja kerjanya, matanya fokus pada laporan-laporan yang ada di depannya. Sebagai CEO, segala keputusan yang dia buat mempengaruhi banyak orang, jadi dia harus selalu berhati-hati. Tapi kali ini, pikirannya teralihkan oleh sesuatu yang lain-sesuatu yang lebih dekat.

Jeno.

Haechan mengerutkan keningnya. Sejak beberapa hari terakhir, Jeno menunjukkan sikap yang aneh. Pria itu yang biasanya terbuka dan ceria kini lebih banyak diam. Setiap kali mereka berbicara, Jeno selalu menghindar, seolah ada yang disembunyikan darinya. Bahkan saat mereka berada bersama, Haechan merasakan ada jarak yang semakin melebar di antara mereka.

"Kenapa Jeno tiba-tiba jadi seperti ini?" Haechan bergumam pelan, matanya masih terfokus pada layar komputer. Tapi pikirannya terus melayang ke Jeno, wajah pria itu tampak cemas.

Beberapa kali Haechan mencoba mengajak Jeno berbicara, tapi setiap kali dia mengajukan pertanyaan, Jeno selalu memberikan jawaban singkat dan menghindar. Bahkan malam terakhir, ketika mereka berdua seharusnya menghabiskan waktu bersama, Jeno memilih untuk pergi lebih awal dengan alasan kelelahan.

"Dia tidak pernah seperti ini," gumam Haechan lagi, merasa bingung dan frustrasi. Biasanya Jeno adalah orang yang paling terbuka kepadanya. Tapi sekarang, ada sesuatu yang mengganjal di hati Haechan. Dan itu membuatnya semakin khawatir.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

4 wifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang