f─rumah besar

29 4 0
                                        

Semua serba gelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua serba gelap. Hitam tanpa cahaya. Mata Takeru tertutup rapat. Kedua tangannya terikat erat. Ia digiring entah ke mana. Setiap kali mencoba melepaskan diri, Takeru akan dijatuhkan. Benar kata Chichi, manusia itu jahat.

Manusia-manusia itu bersuara dengan bahasa yang tidak dipahami Takeru. Dan mereka telah berjalan cukup jauh. Takeru mulai lupa arah mata angin. Berjalan dengan mata tertutup membuatnya kesulitan menentukan tujuan.

Yang bisa dirasakan Takeru adalah bahwa mereka menyusuri jalan yang menurun. Takeru tidak bisa melarikan diri karena seperti tangannya, betis kanannya pun terikat tali. Takeru hanya membayangkan kalau manusia-manusia itu juga yang membawa Mako. Ke mana mereka membawa Mako? Apa Mako baik-baik saja?

Takeru terus digiring entah ke mana. Pelan-pelan Takeru mencium bau arang. Bukan. Sesuatu lain yang dibakar. Menyengat dan pahit. Takeru terheran-heran. Dengan mata tertutup, ia merasakan hawa di sekitar menjadi hangat. Takeru mulai merasakan panas yang tidak biasa.

Selain itu, terdengar suara keras menggelegar seperti petir di musim badai. Manusia-manusia itu semakin berisik, berteriak tanpa makna.

Lalu kain penutup mata Takeru dibuka. Pelan-pelan Takeru melihat cahaya, lalu dia menyaksikan pemandangan yang benar-benar berbeda.

Takeru menyaksikan rumah besar yang tidak terbuat dari kayu, melainkan besi seperti rangka pesawat milik Ojichan. Rumah itu begitu besar, berpuluh kali lipat dari rumah di mana Takeru tinggal.

Takeru melihat asap hitam yang membumbung tinggi, keluar dari semacam pilar besar yang tegak menjulang. Tinggi sekali. Semua terbuat dari besi.

Dan rumah itu dipenuhi manusia. Banyak sekali. Sulit bagi Takeru menemukan rimbun pohon di sekitar rumah itu. Yang ada hanya hamparan tanah berwarna merah, membentang sejauh mata memandang. Hawa panas semakin terasa.

Takeru hanya bisa diam, saat manusia-manusia itu datang mengerumuninya. Mereka semakin banyak. Menunjuk-nunjuk Takeru dengan bahasa yang tidak dipahami.

Rimba SakuraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang