m─gua batu

26 5 1
                                        

Takeru masih meringkuk di dalam gua batu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Takeru masih meringkuk di dalam gua batu. Baru kali ini ia merasa benar-benar ketakutan. Punggung Takeru gemetar, tangannya pun demikian. Mata Takeru melirik, mencuri pandang ke luar, mengintip di antara celah bebatuan yang sempit.

Burung besar itu masih ada di sana. Hutan masih berwarna gelap. Burung itu masih memburu mangsanya. Yaitu Takeru. Takeru menekan lututnya kuat-kuat. Tubuhnya masih gemetar. Ia hanya berharap burung itu tidak menyadari keberadaan dirinya.

"Keek!!!!" Burung besar itu berteriak. Ganas sekaligus marah.

"Keek!!!!"

Takeru mencoba mengendalikan dirinya. Burung itu pastilah karura, dewa burung yang sering diceritakan Chichi. Ternyata legenda itu benar-benar nyata. Takeru masih meringkuk di dalam gua, menunggu kondisi menjadi aman. Kecemasan melanda diri Takeru.

***

Waktu berlalu dengan sangat lambat. Takeru tidak bisa berbuat apa-apa selain bersembunyi. Ia begitu kelelahan, dan akhirnya ia mencapai batas fisik mumpuni. Takeru tertidur untuk waktu yang cukup lama. Lalu ia terkejut dan terbangun.

Takeru merasakan rasa penat yang luar biasa. Sembari bertanya-tanya berapa lama ia tertidur. Takeru mengintip ke luar. Hutan menjadi terang. Dan diam. Sepertinya Karura telah beranjak. Pergi jauh. Kondisi sudah aman. Mungkin.

Takeru keluar dari gua batu dengan saksama. Ia mengintip ke arah langit, kalau-kalau Karura tiba-tiba muncul. Takeru berjalan pelan-pelan, menyelinap di antara pepohonan, menoleh ke kiri dan kanan, mencari Mako sekaligus menjauh dari Karura.

Takeru mulai melangkah dengan pasti, dan terdengar suara-suara manusia tidak jauh di depan. Takeru menghentikan langkah, bersembunyi di balik pohon dewasa. Takeru melirik ke arah suara-suara itu.

Sosok manusia menyembul dari balik pepohonan, jumlah mereka ada banyak. Takeru merapatkan badan ke pokok pohon. Tangannya sudah menggenggam pisau. Siap menyambut segala kemungkinan. Takeru melirik ke arah kelompok manusia itu sekali lagi.

Dan Takeru terperanjat. Di antara manusia-manusia itu, ada Chichi dan Haha. 

Rimba SakuraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang