Demi menyelematkan adiknya yang hilang, Mako, Takeru memutuskan meninggalkan hutan. Ia tidak pernah tahu apa yang akan menjemputnya. Manusia-manusia jahat, dan makhluk buas yang telah merebut Mako.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Takeru kembali menjelajah hutan. Mencari Mako. Ia tidak tahu di mana harus memulai. Ia tidak tahu di mana rumah. Yang dilakukan Takeru adalah mencari dan terus mencari.
Takeru berjalan tak tentu arah, berharap keajaiban terjadi. Atau doanya terkabul. Bahwa Mako ada di depan sana. Tersenyum dan memanggil kakaknya. Atau paling tidak, potongan pakaian Mako kembali ditemukan, agar Takeru yakin ia tidak salah jalan.
Tapi yang ada hanya hutan yang lebat, sunyi dan lembap. Takeru tak surut semangat. Ia terus berjalan, mendaki, melompat, menyelinap, memotong dan menebang. Sampai kemudian terdengar suara seperti teriakan manusia.
Takeru segera berlari ke sumber suara. Dan ia mendapati di sana, di bawah pepohonan, seekor ular raksasa sedang melilit seorang manusia. Mulut ular itu terbuka lebar, sangat lebar, siap menelan manusia itu bulat-bulat.
Manusia itu terus berteriak, dan teriakannya semakin keras saat melihat Takeru datang. Takeru mengambil pisau dari ikat pinggang, dan tanpa pikir panjang langsung menikam mata ular besar itu.
Ular itu melawan dengan sengit, kepalanya mematuk dengan cepat, menyerang Takeru. Dengan cepat Takeru menghindar, ia mundur sebentar.
Lalu Takeru kembali melompat, kembali menikam kepala ular itu dengan sekuat tenaga. Pisau menancap sangat dalam, darah ular berhamburan. Takeru mencabut pisau, lalu kembali menikam ular di bagian mata, leher, dan tubuh besar yang melilit manusia.
Ular besar berontak, kepalanya bergerak kacau, mulutnya terbuka lebar. Pelan-pelan ular besar melepas lilitannya, membiarkan manusia melepaskan diri. Ular itu akhirnya mati. Lemas tak bergerak.
***
Manusia itu menggeliat, membebaskan dirinya dari cengkeraman ular besar. Manusia itu akhirnya bisa berdiri. Ia mencoba berbicara dengan Takeru, tapi sayangnya Takeru tidak paham bahasa yang digunakannya.
Manusia itu terus berbicara, tiba-tiba langit menjadi gelap. Hanya sekejap mata, tubuh manusia itu sudah terangkat ke langit. Sesosok makhluk besar baru saja membawanya terbang. Takeru menyaksikan cakar berukuran raksasa mencengkeram bahu manusia itu.
"Keek!!!!"
Suara makhuk itu membahana. Takeru melihat ke langit. Seekor burung raksasa baru saja membawa manusia itu pergi. Manusia itu berusaha melepaskan diri. Tapi gagal. Belum pernah Takeru melihat burung sebesar itu.
Teriakan manusia itu terus terdengar, sampai akhirnya melemah, lalu menghilang. Burung itu telah terbang jauh.