Author's POV
Sekarang Niall dan Tay baru saja pulang dari tempat mereka kerja, tentu tempat yang berbeda. Apa yang terjadi dengan pertemuan mereka setelah sebulan tak bertemu? Baiklah...
#flashback
Niall dan Tay akhirnya sampai di hari mereka bertemu. Saat Niall memasuki kamar Tay di rumah orangtua gadis itu, Tay sama sekali tak tergugah hatinya. Dia hanya melirik, dan Niall berkata, "Ayo pulang ke rumah!" Niall mengulurkan tangannya di depan Tay yang sedang sibuk atau bahkan pura-pura sibuk dengan buku diarynya.
Tay tak ingin menyambut tangan Niall yang sejak tadi sudah menunggu tangan lembutnya, dia malah langsung meninggalkan Niall dan segera pamit pada orangtuanya dan neneknya.
Niall yang melihat Tay seperti itu akhirnya berinisiatif untuk langsung menstarter mobilnya. Tay segera memasuki mobil Niall, tanpa disuruh. Dan dia duduk di belakang, sama seperti saat pertama kali hang-out dengan Niall. Niall hanya mengelus dadanya sendiri, karena dia bingung dengan sikap istrinya.
Apa yang terjadi dengan Tay?
"Tay, kau ingin makan sesuatu?" tanya Niall membuka percakapan, setelah keheningan terjadi sekitar sepuluh menit perjalanan.
"Nope!" hanya satu kata yang Tay keluarkan, dan itu membuat Niall menjadi semakin merasa bersalah.
Saat di rumah...
Tay langsung masuk ke kamarnya, meninggalkan Niall yang masih sibuk membawa koper-koper miliknya sendiri. Setelah selesai memindahkan koper ke kamar, Niall segera bergegas ke kamar Tay.
Tok-tok-tok
"Boleh aku masuk?" tanya Niall sambil sesekali mengetuk pintu kamar Tay.
"Tidak..."
"Aku mohon..."
"Tak akan ku-" sebelum Tay melanjutkan pembicaraannya, Niall sudah berhasil membuka pintu kamarnya. Jangan heran, Niall menyimpan semua kunci cadangan di rumah dan apartemennya.
"Kau bisa masuk?" Tay bertanya heran.
"Kau lupa atau bagaimana? Sebelumnya, aku kan tuan rumah disini, ya aku pasti memiliki ini..." ucap Niall sambil menunjukkan koleksi kunci yang ia pegang.
"Baik, jangan ungkit lagi kalau aku menumpang denganmu,"
"Aku tak bermaksud seperti itu, sungguh. Baik, boleh aku duduk?" tanya Niall hati-hati sambil melirik kursi kecil di depan meja tata rias.
Tay mengangguk, "Apa maumu?" tanya Tay ketus, mereka seperti orang yang asing.
"Kau kasar ya. Aku hanya ingin tanya, mengapa kau seperti ini. Kau berubah..." Niall mulai mengungkapkan, tapi tentunya masih dengan hati-hati.
"Karena kau menyebalkan,"
"Aku tidak."
"Kau iya! Apa kau tidak melihat mataku sembap? Itu karena aku menangis..."
"Lalu apa?"
"Aku menangisimu... Aku rindu denganmu,"
"Kalau kau rindu padaku, buktikan. Mengapa kau malah jadi diam padaku? Itu yang kau sebut rindu?"
"Sudah, sekarang keluar dari kamar ini!" Niall yang tak ingin memperpanjang kemarahan Tay, segera keluar dari kamar Tay.
*

KAMU SEDANG MEMBACA
Pretend a Happy Family (Taylor Swift and Niall Horan)
Fanfiction[ Check The Trailer ] Bagaimana jika kalian dijodohkan oleh orangtua kalian? Padahal kalian tidak mengenal satu sama lain, bahkan benar benar tidak saling mengenal. Namun sangat sulit untuk menolak atau katakan tidak, karena perjodohan ini adalah sa...