Author's POV
Hari ini Niall pergi ke luar kota, ia pergi ke Sheffield. Ia kesana untuk menghadiri test kenaikan jabatan di kantornya. "Tay, Aku pergi ya... Aku tahu kau akan rindu padaku," ledek Niall membuat Tay terkekeh geli, "Merindukanmu? Sepertinya tidak akan."
Niall akan tinggal di Sheffield selama enam hari. Untuk itu, Niall meledek Tay. Karena waktunya lumayan lama. Tetapi Tay justru malah senang untuk melepas Niall ke Sheffield.
Berarti aku bisa hang out dengan Harry! -pikir Tay.
*
Saat sedang di bandara, Niall ditelepon oleh ibunya. Ibu Niall bertanya Niall sedang apa dan di mana, tidak lupa Niall juga didoakan ibunya agar dapat menjalani test dengan lancar. Setelah percakapan via suara mereka berakhir, handphone Niall kembali berdering, tapi kali ini nama penelpon bertuliskan 'My Grandma'.
Niall : Ya selamat sore, Nek?
Grandma : Sore, sedang dimana?
Niall : Sedang di bandara, ada apa nek?
Grandma : Bagaimana dengan Tay dan bayinya?
(Niall hanya terkekeh mendengar kata 'bayi')
Niall : Mereka baik-baik saja. Sedang di rumah sepertinya...
Grandma : Kau itu bagaimana sih? Membiarkan istrimu yang sedang hamil di rumah sendirian. Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi?
Niall : Nenek jangan bilang seperti itu, itu membuatku panik.
(Tentu itu hanya Acting)
Grandma : Yasudah, nenek akan menjemput Tay beberapa menit lagi.
Niall : Astaga, nek. Aku kan sudah bilang, nenek jangan mengemudi lagi. Itu sudah kurang aman untuk nenek.
Grandma : Tidak, nenek akan menjemput Tay menggunakan taksi.
Niall : Baik, nek. Sudah ya, aku sudah ditunggu rekan-rekan kerjaku. Wish me luck, my beloved grandma.
Grandma : Good luck, dear...
Niall segera mengirimi Tay sebuah pesan singkat kalau neneknya akan segera datang ke rumah.
[SMS]
To : Tay
ATTENTION! Lebih baik kau stay di rumah. Nenek akan datang ke rumah untuk menjemputmu beberapa menit lagi.
[÷]
Niall mengirimi pesan seperti itu karena sebelum Niall pergi, Tay bilang bahwa ia ingin jalan-jalan bersama Harry. Untuk itu Niall harus memperingati Tay sebelum terlambat.
Di tempat lain, Tay yang sedang menonton film di bioskop bersama Harry langsung membuka pesan dari Niall. Sontak ia langsung keluar dari bioskop dengan tergesa-gesa. Harry sebenarnya bingung, tetapi akhirnya ia mengikuti Tay dari belakang.
"Hey, bahkan filmnya belum selesai!" seru Harry setelah sampai di luar teater bioskop.
"Aku harus segera pulang, Harry. Nenek sebentar lagi menjemputku. Kau tidak usah antar aku." balas Tay masih khawatir dengan nasibnya beberapa menit lagi.
"Kau yakin? Aku bisa mengantarmu bahkan dengan kecepatan 100 km/h,"
"Aku yakin, sudah jangan khawatirkan aku. Bye!" Tay segera melambaikan tangan dan masuk ke dalam taxi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pretend a Happy Family (Taylor Swift and Niall Horan)
Fanfic[ Check The Trailer ] Bagaimana jika kalian dijodohkan oleh orangtua kalian? Padahal kalian tidak mengenal satu sama lain, bahkan benar benar tidak saling mengenal. Namun sangat sulit untuk menolak atau katakan tidak, karena perjodohan ini adalah sa...