Chapter 11 : Is She Pregnant?

2.2K 115 13
                                    

Taylor's POV

Sudah sebulan yang lalu aku pulang dari Miami. Itu kali pertamaku ke Miami. Aku harap di kesempatan lainnya aku akan jalan-jalan ke Miami lagi. Oh ya, sekarang aku dan Niall sedang mempersiapkan diri untuk ke rumah Nenek Niall, di sana juga sudah ada nenekku. Baiklah, semenjak aku dan Niall menikah, mereka berdua semakin akrab, bahkan nenek juga sering menginap di rumah nenek Niall.

"Tay, apa kau sudah siap?" tanya Niall terdengar samar-samar, sepertinya dia sedang di lantai bawah, sebab itu suaranya terdengar kecil.

Aku hanya diam. Tenggorokanku sedang sakit jika harus teriak. Aku sedang tidak enak badan. Tapi aku akan tetap berusaha agar bisa ke rumah nenek, aku merindukannya.

"Tay, Do you hear me?" tanya Niall yang ternyata sekarang sudah berada di ambang pintu.

"Ya, aku mendengarnya. Tapi maaf, aku tidak menjawab karena tenggorokanku sedang sakit," jawabku seraya memakai eye shadow.

"Ugh! Seharusnya aku yang minta maaf. Kau ingin kuantar ke klinik?" tanya Niall mendekatiku dan menyentuh dahiku dengan telapak tangannya.

"Tidak usah, Ni. Aku baik-baik saja. Percayalah..." aku berusaha tersenyum walaupun sebenarnya sangat pusing. Aku itu kenapa ya? Bahkan aku sendiri tidak tahu.

"Baiklah. Oke ayo berangkat, aku tidak ingin membuat nenek menunggu," Niall menggenggam tanganku dan menggiring hingga sampai di mobil.

* * *

"Permisi nek, I'm your grandson with my wife," Niall mengetuk pintu, sedangkan aku memencet bel yang terpasang rapih di samping pintu.

"Oh My Goodness! I'm totally missing you both!" sambut nenek Niall sembari memeluk aku dan Niall bersamaan.

"Kami juga nek..." ucap Niall setelah melepas pelukan neneknya.

"Syukurlah... Ayo masuk!"

Setelah kami masuk ke dalam rumah, kami segera duduk di ruang tamu.

"Bagaimana honey moon kalian di Miami?" Nenekku memulai percakapan.

"Awesome!" Entah mengapa, aku dan Niall bisa mengucap kata yang sama. Bahkan kami tidak berjanjian. Sebuah kebetulah yang lucu.

"How cute! kalian mengucap kata yang sama dalam waktu bersamaan," Nenek Niall bertepuk tangan saking senangnya. Aku dan Niall hanya bertukar pandangan sampai akhirnya tersenyum satu sama lain.

"Awesome seperti apa memangnya?" tanya Nenekku.

"Menurutku, di sana menyenangkan, hangat, dan indah!" komentarku singkat.

"Menurutku, Miami adalah kota yang cocok untuk berlibur dan tempat terbaik untuk refreshing," komentar Niall.

"Berlibur? Ingat lho, kemarin itu kalian sedang Honey moon and not h o l i d a y. Okay?" timpal Nenekku. Aku dan Niall hanya manggut-manggut sambil terkekeh.

"Huweeekk..." tiba-tiba saja aku mual, hingga akhirnya aku permisi untuk ke kamar kecil.

* * *

Niall's POV

"Huweeekk..." Taylor tiba-tiba saja mual dan segera ke toilet. Aku sedikit khawatir dengannya. Tadi tenggorokannya sakit, dan sekarang mual. Dia kenapa? Seharusnya tadi aku tetap memaksanya untuk klinik dan beristirahat. Jujur saja, aku jadi merasa tidak enak.

Aku lihat Nenekku dan Nenek Tay malah cengengesan setelah Tay mual-mual. Aku menaikkan sebelah alisku, "Mengapa malah tertawa?" tanyaku tak terima.

Pretend a Happy Family (Taylor Swift and Niall Horan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang