14. Bakalan percaya?

918 63 7
                                        

Elbara membuka pintu kamar, senyuman yang begitu indah terlihat menghiasi wajah tampannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Elbara membuka pintu kamar, senyuman yang begitu indah terlihat menghiasi wajah tampannya. Senyumnya memudar lantaran Kayla memandangnya sekilas. Bahkan, seseorang yang duduk di tempat tidur memasang raut wajah kecewa.

"Sayang," panggil Elbara.

Cowok itu berjalan mendekati Kayla. Kayla sendiri memilih untuk berdiri dari duduknya. Dia seperti tidak mau berdekatan dengan suaminya. Namun, dengan cepat Elbara menarik tangan istrinya.

"Hei, kenapa?" tanya Elbara. "Sayang, mau apa?"

Kayla menepis tangan Elbara. "Aku mau kamu itu jujur sama aku, Elbara Arjuna Ragaspati!" seru Kayla.

Elbara terdiam, jika istrinya sudah menyebut nama lengkap berarti sedang marah. Elbara menghela napasnya pelan, cowok itu meraih kembali tangan istrinya. Mata yang indah itu turut menatap wajah cantik istrinya. Elbara tidak pernah bosan menatap istrinya seperti sekarang ini.

"Jujur?"

"Jujur tentang Raymond, anak aku."

"Kamu juga tau kalau Raymond lagi di Surabaya, Sayang. Dia gak mau pulang jadi dia———" Elbara terdiam kala istrinya memotong ucapannya.

"Bohong! Anak aku bukan di Surabaya, tapi sekarang ini anak aku lagi dirawat di rumah sakit karena keracunan sianida," kata Kayla.

Elbara menarik istrinya ke dalam dekapannya. Namun, Kayla yang kesal malah mendorong suaminya. Elbara tidak menyerah, dia kembali menarik istrinya ke dalam pelukannya.

"Sayang, dengerin aku baik-baik," ucap Elbara. Dia mengusap rambut istrinya dengan lembut. "Sebelumnya aku minta maaf udah bohong sama kamu, aku cuma gak mau kamu———" Elbara menghentikan ucapannya lantaran ponsel berdering. Rupanya ada panggilan masuk dari seseorang.

"Selamat malam, pak Elbara. Tadi, baru saja ada seseorang yang hendak menembak Raymond, pak."

"Sial!" Elbara mengepalkan tangannya. "Kenapa bisa ada orang asing masuk? Febrian, saya tidak mau tahu pokoknya kamu harus jagain anak saya dengan baik! Saya tidak mau anak saya kenapa-kenapa," ucap Elbara dengan tegas kepada asisten pribadinya.

"Maaf, pak. Tadi saya sempat pergi sebentar ke kantin. Sebelum pergi, saya sudah menyuruh suster untuk menjaga anak bapak," kata Febrian. "Pak, saya sempat dengar orang itu bilang 'Bos Kecil'," jelas Febrian.

***
Perdebatan kecil antara dirinya dengan Kayla telah usai. Kayla kini sudah tertidur dengan mata yang basah. Iya, dia telah menumpahkan air matanya kala mendengar penjelasan dari suaminya.

Bos Kecil, panggilan kesayangan dari Alvano, tapi apa mungkin Alvano tega mencelakai Raymond? Padahal Raymond keponakan kesayangannya, batin Elbara.

Elbara sebenarnya tidak mau berburuk sangka terhadap Alvano. Namun, yang dia tahu kalau seseorang yang sering memanggil Raymond 'Bos Kecil' itu hanya Alvano Admadja seorang.

ELBARA! Everything will end [Sequel ELBARAKAYLA]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang