tetrakosa-

72 1 0
                                        

bab 24 Gala Dinner (B)

🤡

"APA itu anting baru? Cocok sekali untukmu!"

Mereka memuji basa-basi dan Seola hanya tersenyum kecil.

Pelayan datang dengan nampan berisi minuman dan masing-masing mengambil.

"Itu Rubbyjane!"

Suara itu mampu membuat Seola menoleh dan pandangannya bertemu dengan Rubbyjane yang mengenakan gaun hitam yang terkesan seksy dan glamour.

"Seperti biasanya, Jane sangat cantik membuatku merasa iri."

"Jika aku tidak ingat bahwa Rubbyjane adalah Princess of Upper Class maka aku akan berkencan dengannya."

"Jaga bicaramu. Jika Dilara mendengar perkataanmu maka dia tidak segan-segan akan mematahkan lehermu."

Makin banyak yang dibicarakan teman-teman tentang Rubbyjane, makin marah Seola. Dia merasa kesal karena Rubbyjane merebut perhatian yang seharusnya menjadi miliknya. Seharusnya penampilannya malam ini mampu memikat seluruh laki-laki di SMAIS tapi justru mereka memuja Rubbyjane. Dalam kegeraman, Seola menandas minumannya.

Seola melihat itu dari kejauhan dimana seseorang terpeleset dan kopi ditangannya hampir mengenai gaun mewah Rubbyjane. Sebelum itu terjadi, Nash datang menghalangi sehingga tangan itu mengenai tangan Nash.

Setelah kejadian penuh drama itu, Rubbyjane mengombrol secara instens dengan Nash.

Apakah mereka benar-benar menjalin hubungan?

Langsung saja Seola berjalan kearah Rubbyjane yang saat ini masih diam di tempat.

"Jika kamu menolak ikut, berarti kamu adalah seorang pengecut, Jane."

Rubbyjane lalu menoleh dan memutar bola matanya malas. "Siapa bilang aku menolak? Nash, mulai besok kita akan berlatih dansa."

Seola yang mendengar sontak terdiam. Ini orang tidak salah makan apa, sampai mengiyakan ajakan Nash sebagai pasangan di Pesta Dansa. Rubbyjane yang dia kenal adalah orang yang akuh menganggap orang semacam Nash adalah hama parasit.

"Jane, foto bersama." Suara Arjuna mengintrupsi, kamera di tangannya.

"Seola boleh ikut juga," sambungnya setelah melihat gadis itu berdiri di sebelah Rubbyjane.

Mereka bertiga berjalan bersama menuju tempat foto yang telah tersediakan, di dekat panggung dengan latar berwarna ungu bercampur merah muda.

Di sana sudah ada Dilara, Miray, dan Liz-Ri. Seola dan Rubbyjane bergabung, tersenyum lalu berpose bersama mereka. Mencintrakan mereka adalah murid yang rukun dan akan bersaing secara sehat.

"Sepertinya kalian kurang akrab satu sama lain," cibir Arjuna dengan memposisikan lensa kamera.

"Tidak. Bahkan kami mengetahui nomor Bra masing-masing," balas Miray cepat.

"Apa maksudmu Miray? Kamu akan menyebarkan aib Dilara di sini?" ceteletuk Seola sembari membenarkan posisinya agar terlihat menawan di kamera.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Me, The ProtagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang