Cerita ini series pertama dari trilogi SMAIS Universe
Mempertahankan atau memperebutkan - Me, The Protagonist
***
Rubbyjane adalah pemilik tahta tertinggi di SMA Intelligence Surabaya. Nash Itsvan murid pindahan yang tiba-tiba menduduki peringkat k...
Satu kali, dua kali kemenangan itu bisa kamu sebut sebagai keberuntungan tetapi jika satu juta kemenangan menyebutnya sebagai statistik. - Joseph Stalin.
"👑"
AKU pasti bisa melengserkan Rubbyjane.
Seola menutup matanya dan menarik nafas panjang lalu mengelurkan secara perlahan. Dia berjalan setengah berlari menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, pandangan Seola terkunci pada orang yang sedang sibuk mengulas bibir ranumnya dengan lipstick merah.
Gadis itu menoleh sembari memasukkan lipsticknya ke dalam saku rok. Dengan alis lentik memanyungi netranya berwarna abu-abu karena lensa kontak, siapapun pasti akan terpikat olehnya.
"Seola?" sapaan dari gadis itu membuat Seola mematung.
Tidak ada jawaban. Seola menatap Miray, sahabat Rubbyjane, sekaligus mantan teman kelasnya.
Gadis itu berdiri sambil memandangi. "Apakah keluar dari Upper Class membuatmu tuli?" cibirnya kemudian melempar tisue bekas tepat mengenai wajah Seola. Hal itu membuat kemarahan Seola berkobar, namun dia tahan karena tidak ada gunanya menanggapi Miray saat ini.
👑
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liz-Ri dan Arjuna kini berada di Gazebo, seperti hari-hari kemarin. Liz-Ri menyiapkan dua kotak bekal untuk Arjuna dan dirinya.
"Hari ini aku masak ikan goreng, kesukaan June." Liz-Ri membuka kotak bekal dan terlihat satu buah ikan Gurame digoreng dengan balutan saus.
"Nduk, kamu goreng ikan bolak-balik apa maju mundur?"
"Aku menggunakan teknik Pan Frying. Melupasi wajan dengan sedikit minyak lalu masukkan ikan ke dalam wajan."
"Cocok deh jadi istri idaman," balas Arjuna dengan mencubit pelan pipi Liz-Ri. Setiap melihat pipi gembul Liz-Ri bawaannya pengen cubit terus.
"Kebisaan deh, June." Dengkusnya, seperti kesal.
Arjuna ketawa.
Liz-Ri berhenti sejenak menguyah makanannya lalu menatap kearah Arjuna. "Seola les di tempat aku."
"Hah? Yang benar saja? Harga les privatnya dua kali lebih banyak."