trikosa-

71 3 6
                                        


.

bab 23 Gala Dinner

🖤

GALA Dinner atau jamuan makan malam yang diadakan seminggu sebelum ujian kesenian di mulai. Guna memperkuat tali persaudaraan siswa-siswi SMAIS.

Seminggu setelah ujian bulanan keempat. Acara Gala Dinner SMAIS pun di mulai, terlihat siswa perempuan mulai menyiapkan pakaian yang akan dikenakan. Mereka berbicara tentang gaun baru yang dibuat langsung oleh designer ternama serta bahan premium.

Sejenak mereka melupakan skandal kencan Nash dengan Rubbyjane.

Nash melengang masuk ke dalam kantin, dia berjalan mendekati bangku Eve dan Heralia. Tak perlu meminta ijin untuk ikut duduk bersama mereka, bahkan Nash mendengarkan dengan jelas celotehan kedua perempuan itu.

"Sejujurnya aku tidak punya pakaian untuk dipakai belakangan ini," ucap Eve.

"Lelucon yang bagus," balas Heralia diselingi kekehan kecil.

"Apakah ini tas baru?" kali ini Vesper berkomentar.

"Ayahku membelikannya kemarin, apakah cantik?" jawab Eve sembari menenteng sling bag miliknya.

"Iya, berapa harganya?"

"Hmmm... sekitar 400 dollar, Ayahku membelinya di butik langganan Rubbyjane."

Heralia tersenyum kecut kemudian dia mengibaskan tangannya, seperti orang yang sedang kepanasan. "Hah, aku butuh air. Mana air, mana!"

🖤

Tiba di entrance hotel bintang lima di Surabaya Rubbyjane disambut beberapa staff yang berjaga. Mereka mengarahkan Rubbyjane ke tangga khusus menuju ballroom hotel tempat acara Gala Dinner.

Dia sempat berpapasan dengan beberapa orang memakai outfit semi formal. Pakaian mereka telihat mewah. Gaun, jas, sepatu, aksesoris itu seakan bisa berkata "hargaku ratusan dollar."

Bercermin pada kaca railing tangga, Rubbyjane tak kecewa dengan pakaian hari ini. Tubuhnya dalam balutan gaun hitam starpless. Gaun yang dikenakan oleh Rubbyjane tersebut ternyata adalah koleksi brand mewah ternama, Yves Saint Laurent. Gelang besar di salah satu tangannya, dia juga membawa Clucht dibanderol harga US 2.100 Dollar. Well outfit Rubbyjane juga bisa berkata, "hargaku ribuan dollar."

Dengan sepatu hells dari Mary Jane, Rubbyjane menaiki tangga kantiliver spiral yang menghadap lobby. Dibagian atasnya ada dinding batu indah memiliki ukiran aksaran jawa.

Tiba di ujung tangga, pintu ballroom terlihat Rubbyjane membusungkan dadanya, semakin dalam berjalan melewati pintu kayu besar coklat itu terhenti di depan meja penerimaan tamu. Lekas Rubbyjane membuka tas tangan dan mengeluarkan undangan dari sana.

"Silahkan, Nona."

Kedatangan Rubbyjane memancing bisikan dari sekitar. Beberapa siswa yang hadir kaget melihat penampilannya dan yang lain menghujat kehadirannya.

"Liat, dia sudah seperti berusia dua puluh tahun keatas dengan memakai gaun terbuka seperti itu." Maksudnya mungkin berbisik, tapi tetap terdengar ke telinga Rubbyjane.

Mendengar semua itu, Rubbyjane rasanya ingin memaki. Tetapi dia urungkan, tetap anggun dan tersenyum. Tidak boleh menunjukkan kesedihan dan kemarahan di muka umum. Kata ibunya, perempuan kelas atas harus bisa mengontrol emosi.

Me, The ProtagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang