Cerita ini series pertama dari trilogi SMAIS Universe
Mempertahankan atau memperebutkan - Me, The Protagonist
***
Rubbyjane adalah pemilik tahta tertinggi di SMA Intelligence Surabaya. Nash Itsvan murid pindahan yang tiba-tiba menduduki peringkat k...
Aku enggak butuh kamu, tapi kamu butuh aku. - Me, The Protagonist.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
GEDUNG Gajah Mada. Salah satu gedung di SMAIS ini memiliki alasan khusus kenapa menyandang nama itu diantara gedung lainnya.
Gedung Gajah Mada sering digunakan sebagai tempat menyerahan hadiah untuk siswa berprestasi dan teladan setiap tahunnya. Tempat dimana banyak sekali medali dan piala yang berjejer indah di sana. Tempat dimana nama seseorang akan di ukir pada dinding dalam lapisan emas sebagai tanda tlah menjadi Imperial Jewels.
Saat ini ada seorang gadis yang menatap dinding itu dengan senyuman sinis.
Sedikit lagi. Tinggal menunggu ujian fisik selesai, maka keinginannya menjadi bagian Imperial Jewels akan tercapai.
Dia bersumpah akan melakukan apa saja asal namanya terukir disana.
''Mengapa kamu membiarkan si perundung itu tetap bebas?'' ucap Liz-Ri dengan seseorang melalui ponselnya.
''Ada beberapa prosedur yang harus kami teliti,' balasnya.
''Aku sudah memberikan bukti, apakah itu kurang?!'
''Bukti yang kamu serahkan kurang, itu tidak akan membuat Rubbyjane leng-'
Liz-Ri menggeser panel warna merah pada layar lalu menggenggam ponselnya dengan sekuat tenaga.
Tubuh gadis itu sudah berbalik.
"Jane?" ucap Liz-Ri dengan nada terkejut.
"Ancaman tentang menyebarkan data pencucian uang yang dilakukan Ayahmu ternyata ampuh juga," ucap Rubbyjane dengan memelankan suaranya.
Kemudian gadis itu tertawa. "Buktinya kamu datang."
Liz-Ri menunduk, jemarinya meremas ujung roknya. Berusaha menahan diri atas penghinaan yang diterima oleh Rubbyjane. Ingin rasanya Liz-Ri memberontak tapi dia juga tidak ingin kesuksesan Ayahnya hancur begitu saja.
"Kamu selalu seperti ini, Liz-Ri."
"Mengadu. Tidak ingin tanganmu sendiri kotor."
"Siswa di Upper Class mengetahui bahwa kamu itu tidak lebih suci dari ku," Liz-Ri tidak menyanggah fakta itu, memang benar bahwa dirinya sama kotornya dengan Rubbyjane.