henikosa-

104 12 32
                                        


bab 21 ETA

Bahkan untuk memanusiakan, kita dituntut untuk punya uang agar lebih mudah.- Me, The Protagonist.

"☁️"

SUARA musik berdentum-dentum keras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SUARA musik berdentum-dentum keras. Kepulan asap rokok serta wangi parfum dan alkohol yang menyengat menyatu di udara. Sesekali lampu bewarna-warni menyorot wajah anggun dan tubuhnya yang seksi dengan balutan gaun malam berwarna hitam. Dia menari dan tubuhnya meliuk-liuk diantara tiang, beraktraksi mengangkat seluruh tubuh dengan tangan bertumpu pada tiang.

Seluruh pengunjung terperangah akan kecantikan dan kepaiwaannya menari pole dance.

Gadis itu tak lain adalah Rubbyjane, putri pemilik Bar tersebut. Di sisi lain, Arjuna menatap gadis itu dengan instens. Baginya, hari ini adalah salah satu hari keberuntungannya, bisa menyaksikan Rubbyjane menari.

"Jun, kamu lihat siapa, sih?" tanya Lusi. Dia adalah pasangan kencannya untuk malam ini. Wanita itu mengenakan dress ketat mencetak tubuh yang panjangnya hanya sebatas lutut, hingga lipatan lemak terlihat menonjol. Belahan dada sangat rendah hingga sebagian asetnya mengembul keluar.

Arjuna tertawa kecil, lalu menatap gadis itu dengan tatapan menyedihkan. "Lo punya uang berapa?"

"Kamu mau ninggalin aku sendirian, ya?" ucapnya manja, nyaris seperti merengek.

Arjuna yang sudah muak langsung menghampiri Rubbyjane yang saat ini duduk di salah satu stool bar, menikmati red wine-nya.

"Hai, cantik," sapa Arjuna lalu menyesap minuman milik Rubbyjane.

Gadis itu kesal, terlihat dari guratan wajahnya yang mengeras.

"Jika Liz-Ri melihat kita berdua di sini, bagaimana dengan hubungan kalian?"

"Kamu mengawasiku?" tanya Arjuna dengan sedikit menaikkan nada suaranya.

"Tentu. Aku Princess of Upper Class tidak ingin kaki tanganku berkhianat," balas Rubbyjane.

"Bagaimana bisa kamu berpikir sepicik itu?" ucap Arjuna dengan mendekatkan wajahnya kepada Rubbyjane.

Tangan kanan gadis itu dengan cekatan menekan pipi Arjuna sehingga kuku Rubbyjane yang tajam mampu melukai pipi Arjuna, cowok itu meringis kemudian Rubbyjane menghempaskan wajah Arjuna.

"Aku bisa melukai wajahmu jika kamu berani mengkhianatiku," bisik Rubbyjane membuat hati Arjuna mulai pias.

Kemudian gadis itu meraih botol Red Wine dan menyiramkannya di atas baju baru Arjuna lalu berjalan meninggalkan cowok itu.

Me, The ProtagonistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang