1. Daftar Keinginan Lisca

26K 642 62
                                        

"Harta dan waktu adalah hal yang mudah bagi pria berikan untuk orang yang ia benar-benar cintai. Jika tak ada kedua-duanya maka kesetiaan pria tersebut patut dipertanyakan!"

 Jika tak ada kedua-duanya maka kesetiaan pria tersebut patut dipertanyakan!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua keluarga sudah berkumpul termasuk Arga sebagai pendatang baru. Mengenai sarapan pagi Lisca selalu yang paling terakhir. Sebelum turun terlebih dahulu Arga membangunkannya. Namun Lisca malah semakin menjelajahi mimpi. Awalnya Arga berusaha membangunkan Lisca akan tetapi sang mertua wanita menyuruhnya untuk segera bergabung.

Sebagai istri yang baik seperti biasa Leoni mengerjakan tugasnya, menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Tak lupa juga mengambil makanan untuk Bima.

Saat Leoni akan menaruh nasi dan lauk ke piring menantunya suara cempreng menghentikannya. "Bundaaa, Lisca lapar." Mengacak rambutnya yang bermekaran seperti singa.

"Hilangkan kebiasaan buruk mu itu, sekarang kamu sudah jadi istri." Bima menatap tajam ke arah anak bungsunya.

"Gini amat punya adik. Sesekali dandan dong seperti perempuan pada umumnya," lanjut pria yang amat Lisca kenali.

"Kak Darren, kapan pulangnya?" Berlari menghampiri Darren lalu memeluk erat kakak satu-satunya yang duduk di kursi dekat Bima.

Bima dan Leoni hanya memiliki dua anak yaitu Darren dan Lisca sendiri. Jarang banget saudara ini bertemu karena Darren melanjutkan studinya di negara orang-Amerika. Sudah punya rencana bahwa Darren lah yang akan meneruskan perusahan Bima, nama ayah mereka.

Mencium pipi kakaknya secara berulang-ulang. "Mulutmu bau! Pasti jigongmu menempel di pipi kakak." Mendorong paksa adiknya. Mengusap pipinya dengan kasar.

Lisca yang diperlakukan tidak hangat menjadi merenggut kesal. Moodnya langsung dirusak oleh orang yang membuatnya bahagia.

"Jangan cium kakak lagi, ciuman mu cuma milik suami mu. Sana, tuh cium Arga," ucap Darren tanpa memikirkan perasaan adiknya.

Lisca menarik kursi di dekatnya dan dia sengaja pula mengenai kaki Darren. "Maaf, Lisca tidak sengaja." Memasang wajah polos.

Darren bukanlah tipe kakak yang tahu tabiat adiknya. Walaupun ia sangat menyayangi Lisca, tetapi ia tak juga segan-segan membalas dendam. Saat Lisca akan menduduki pantatnya terlebih dahulu Darren menarik kursi hingga pantat Lisca mencium lantai.

"Bunda, Kak Darren jahat," adunya. Namun Leoni tidak merespon. Sudah terbiasa dengan pertengkaran kedua anaknya.

Merasa khawatir dengan keadaan istrinya Arga langsung menghampirinya. "Kamu tidak apa-apa?" Tidak ada mencari muka di depan mertua ini murni dari lubuk hatinya.

HERE I AM (SUDAH DITERBITKAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang