2. Egois

17.4K 488 78
                                        

"Ketika dicintai sama orang tepat maka segala kekurangan tak nampak di matanya"

"Ketika dicintai sama orang tepat maka segala kekurangan tak nampak di matanya"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak ada namanya berbagi-bagi meskipun aku dan Om satu atap. Mulai sekarang kasur ini cuma milik Lisca!" tekannya, menyusun semua boneka di atas kasur. Memenuhi tempat. Sama persis seperti yang ia lakukan ketika berada di kediaman orang tuanya.

"Lalu saya tidur di mana?" Tetap tenang, tak ada raut wajah terpancing dengan kelakuan Lisca. Mungkin orang lain bisa emosi terhadap sikap menyebalkan perempuan itu.

Rumah sederhana ini mutlak milik seorang Arga Aldabaran dan sekarang sudah milik Lisca juga. Namun dengan keegoisan Lisca ingin memilikinya seorang diri salah satunya tempat tidur.

"Terserah Om mau tidur di mana, tapi jangan di kasur ini karena ini hanya milik Lisca seorang saja." Merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Memunggungi lalu memeluk erat bantal guling.

Baiklah, dirinya akui bahwa ia kalah dengan gadis kecil pemilik nama lengkap Lisca Aurora Elvina yang notabennya istrinya. Menatap nanar tubuh mungil itu.

"Sayang," panggil Arga lembut.

Dengan kasar Lisca membalikkan badannya menghadap Arga, menatap tajam. "Larangan ke dua Om tidak boleh manggil aku sayang!" ucapnya

"Kenapa? Saya 'kan emang sayang kamu bahkan saya mencintai mu. Tak ada larangan seorang suami memanggil istrinya dengan panggilan sayang," jawabnya membela diri.

Lisca melempari Arga dengan bonekanya, tapi kali ini Arga bisa menangkapnya. Tersenyum kemenangan.

"Akh... kenapa sih Om susah banget ngertinya?! Lisca tambah emosi tahu gak?" Meremas rambut panjangnya.

Arga yang melihatnya tersenyum geli. Tangannya terulur mengusap puncak rambut hitam Lisca. "Iya-iya saya tidak tidur di samping kamu, jangan stres lagi, hmm." Menepuk kecil kepala Lisca lalu berjalan ke arah sofa yang ada di sudut ruangan.

Lisca yang tak suka disentuh mengusap kepalanya kasar. "Ku peringatkan mulai sekarang Om tidak boleh menyentuh ku meskipun seujung kuku." Menatap garang ke arah Arga yang tengah duduk di sofa dengan laptop yang ada di pangkuannya.

Arga tak mendengarnya saking fokusnya kepada dunia kerja. Tanpa absen kacamatanya selalu menempel di atas hidung mancungnya. Sorot mata tajam memperhatikan tulisan di layar dan kertas secara bergantian.

Merasa belum mengantuk Lisca memutuskan bermain hp terlebih dahulu. Menaruh kakinya di tumpukan boneka yang bermacam-macam warna. Merasa vidio yang ia tonton menghibur dirinya tanpa dicegah ia ketawa lebar.

HERE I AM (SUDAH DITERBITKAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang