11. Membahagiakan

11.9K 343 14
                                        

"Tidak menuruti bukan berarti tidak sayang."

*******

Andaikan ada typo ataupun kata-kata yang tidak cocok mohon diperbaiki 🙏

Hari ini rasanya sulit banget nulis, tapi aku usahakan untuk update 🥺

Hari ini rasanya sulit banget nulis, tapi aku usahakan untuk update 🥺

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"AAAA... INI SANGAT MENYEBALKAN BAHKAN LEBIH MENYEBALKAN DARI OM." Memukuli lengan Arga yang sedang menyetir.

"Aduh.. aduh... kenapa? Coba ceritakan." Arga tak bisa menghindari pukulan Lisca yang bertubi-tubi.

Bibirnya maju ke depan dengan kedua tangan bersedakap dada. Moodnya tambah berantakan apalagi melihat di depannya mobil bergerak begitu lambat. Betapa egoisnya para dosen yang tega memberitahukan informasi begitu lambat. Coba menginformasikan di malam hari supaya para mahasiswa seperti dirinya tidak capek dan juga tidak diberi harapan palsu.

Setengah jalan dosennya baru mengirim pesan bahwa hari ini tak ada jadwal masuk. Apa begitu susahnya menyampaikan di awal waktu? Di Indonesia begitu erat yang namanya dosen tidak pernah salah! Bukan cuma mereka saja yang memiliki kepentingan, para pelajar juga punya relevansi masing-masing.

Andaikan dirinya punya kekuasaan maka dengan tekat sungguh-sungguh dirinya berteriak di depan wajah dosen "JANGAN MAKAN GAJI BUTA SAJA! KITA UDAH CAPEK-CAPEK MENGELUARKAN UKT, TAPI KALIAN SEMUA BEGITU BERAT MEMBALAS PESAN DARI KAMI.  CUMA MENGETIK LIMA HURUF SAJA, MASUK." Namun mahasiswa seperti dirinya tidak bisa mengeluarkan suara.

Andaikan sistem pembelajaran sama seperti negara-negara maju maka kita semua akan menghargai waktu. Sebenarnya mahasiswa yang sering terlambat tidak bisa disalahkan sepenuhnya sebab di sini yang memulai adalah orang yang memberi ilmu. Tidak rahasia lagi kebanyakan mereka tidak menghargai waktu. Untuk menciptakan pembelajar yang sukses maka terlebih dahulu guru yang mencotohkan yang baik supaya para murid-murid terbiasa tepat waktu.

Mengetahui faktor perubahan suasana hati istrinya Arga tahu apa yang ia harus lakukan. Ia tidak mau membiarkan mood Lisca memburuk.

"Saya dan kamu udah rapi, gak seru kalau kita gak pergi kemana-mana. Bagaimana kalau kita pergi makan atau beli sesuatu, gitu," usul Arga.

Benar saja, tidak selang lama kemudian sudut bibirnya naik ke atas. Macet yang panjang tidak lagi Lisca pedulikan. "Emang Om yang terbaik," memekik senang. Tanpa bisa ditahan ia memeluk lengan Arga dan menyandarkan kepalanya di pundak.

"Gak sedih lagi, kan?" Mendaratkan kecupan kecil di kening Lisca.

Lisca geleng kecil, tapi ada rasa yang mengganjal di hatinya. "Kalau Om libur terus bekerja bisa-bisa pekerjaannya menumpuk. Kita tidak usah jalan-jalan hari ini lebih baik aku diantar pulang." Ia tidak rela dan juga tidak mau egois. Untuk hari berikutnya bisa digunakan khusus berjalan-jalan. Tidak lagi memeluk lengan Arga dan sudut bibirnya kembali turun.

HERE I AM (SUDAH DITERBITKAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang