5. Perihal Bakso

12.8K 395 6
                                        

"Mudah ngambek, manja, dan terus merengek adalah sifat perempuan, tapi nihilnya membaut pria merasa dibutuhkan."

Semenjak mereka sudah sah menjadi suami istri tak pernah Arga membawa Lisca ke kediaman orang tua perempuan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semenjak mereka sudah sah menjadi suami istri tak pernah Arga membawa Lisca ke kediaman orang tua perempuan itu. Alasan pertama, ya karena istrinya tak minta dan itu membuatnya merasa bersalah. Walaupun pekerjaan sedang menunggunya akan tetapi ia tetap memilih untuk berkunjung ke mertuanya.

Arga menunggu Lisca di depan kampus. Tahu kalau istrinya yang lagi haus jadi ia membeli minuman dingin yang tentunya rasa strawberry. Bersandar di pintu mobil. Kharisma dikeluarkan Arga tidak bisa tidak membuat orang tertarik melihat kearahnya.

Di depan sana Lisca melihat para cewek-cewek mencari perhatian. Tak tahu mengapa hatinya merasa panas. Lisca memicingkan matanya. Bibirnya tersenyum karena ada sebuah ide yang harus segera ia perbuat.

"Sayang," panggil Lisca kelewat manja. Dua tangannya direntangkan lalu berlari ke arah Arga.

Tanpa merasa malu Lisca memeluk tubuh tegap Arga lalu pipinya ditempelkan di dada bidang suaminya yang terbalut jas hitam.

Arga merasa terkejut dengan perubahan istrinya. Perlu dicatat ini pertama kalinya Lisca memanggil dirinya 'sayang.'

Awalnya dua tangannya terangkat ke udara kemudian ia memeluk tubuh Lisca lebih erat. Dari ekor matanya Lisca puas dengan ekspresi yang mereka tampilkan. Merasa tidak rela. Seharusnya Lisca yang merasakan itu, sudah tahu bahwa dirinya adalah istri sah dari seorang pria Aldabaran. Apa gak cukup untuk membuktikan bahwa Arga adalah miliknya?

Apa yang ia lakukan sekarang? Memeluk Arga dan merasa tidak suka dengan para perempuan itu. Apakah ini disebut cemburu? Lisca langsung menangkisnya, mana mungkin ia punya perasaan lebih kepada pria itu.

"Gak usah modus jadi orang. Dasar pria mesum," maki Lisca dengan suara berbisik.

Menjauh dari Arga lalu masuk ke dalam mobil yang sebelumnya sudah dibukakan oleh Arga. Meskipun disebut mesum atau apapun itu ia tetap merasa senang karena mendapatkan pelukan tiba-tiba dari perempuan yang ia cintai.

Di dalam mobil Arga tak akan pernah membiarkan suasana hening. Ia membagikan fokusnya ke arah jalan dan ke arah Lisca. "Kita mampir ke restoran dulu, ya saya tidak mau kamu kelaparan dan ini juga udah waktunya makan siang."

"Lisca kangen sama masakan bunda," rengeknya

Tadi manja, tadi marah, dan berubah lagi manja. Karena tangannya terasa pegal ia menyuruh Arga untuk memijit jari-jarinya. Katanya jarinya terlalu dipaksakan untuk menulis. Tanpa merasa keberatan Arga memijit tangan istrinya sambil menyetir.

HERE I AM (SUDAH DITERBITKAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang