08. I Wanna Be Yours

520 43 2
                                        

"Maukah kau memberikan sepenuh jiwa mu pada ku?"

Kieri hanya bungkam dengan mata membola mendengar kalimat yang dilontarkan Gojo. Apakah dia sedang dilamar? Atau bagaimana?

"Ada sebuah tradisi di kehidupan penyihir jujutsu yang baru saja menikah. Dimana mereka saling bertukar pikiran, serta energi kutukan. Atau bahasa mudahnya mereka saling mengikat jiwa satu sama lain."

"Kieri Zenin, mau kah kau mengikat jiwa mu dengan ku?"

"Satoru.. aku-" Kieri menunda ucapannya saat genggaman tangan Gojo semakin erat pada tangannya. Pria itu menundukkan kepala nya sejenak lalu kembali menatap gadis di hadapannya.

"Aku tau aku bukan pria yang terbaik. Namun aku bisa membuktikan bahwa aku akan membahagiakan mu, Kieri. Aku bisa membuktikan bahwa aku dapat melindungimu. Aku dapat membuktikan kalau aku layak untukmu."

"Aku melakukan ini agar kau tak meninggalkan ku lagi, pikiran jahat selalu menghantui ku setiap malam. Aku sangat mencintaimu, aku ingin menjalani hidup ku dengan mu. Menghabiskan sisa hidup ku penuh tawa dengan kau di sisi ku adalah hal yang dapat membuatku menjadi manusia yang paling bahagia."

"Tapi, aku takkan memaksa mu."









"Karena keinginan mu adalah hal terpenting bagi ku."

Kieri mati-matian menahan air matanya agar tak jatuh di depan Gojo. Juga agar makeup nya tak rusak, meski kosmetik yang dia gunakan memiliki kualitas yang sangat tinggi.

Gadis itu masih tertegun, seluruh kalimat yang kekasihnya ucapkan sungguh menyentuh hati kecilnya. "Apa kau serius?"

"Aku mengerti kau ragu karena kita belum terikat janji pernikahan. Aku melakukan ini agar aku dapat mengetahui keberadaan dan kehidupan mu dari kejauhan, begitu juga sebaliknya dengan mu. Aku hanya ingin dirimu selalu berada di sisiku meski kita sedang tak bersama."

"Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menikahi mu. Setelah kita menikah, aku akan menyerahkan seluruh jalan kehidupan kita padamu. Kita akan melakukan segala hal yang kau mau, aku janji."

"Jadi ini diibaratkan sebuah pertunangan?" Tanyanya lagi.

"Jika kau ingin menyebutnya pertunangan maka akan ku lakukan untuk mu."



"Sayang, aku tak masalah jika kau menolak. Katakan saja apa keputusan mu, aku akan menerimanya dengan sepenuh hati ku. Aku tetap akan memelukmu dengan erat saat kita terlelap, jangan takut. Asal kau tidak memutuskan hubungan kita setelah ini." Gojo tertawa cukup keras.

"Pegang kotaknya jika kau mengatakan ya dan dorong kotaknya pada ku jika jawaban mu adalah tidak," tutur Gojo dengan nada yang sangat lembut.

Kieri menatap kotak cincin itu cukup lama, detak jantungnya berdetak lebih cepat dari kecepatan normal.

Gadis itu menghela nafasnya lalu meraih kotak itu sembari mengangguk. 

"Kau- menerima ku?" Gojo mengerjapkan matanya berkali-kali untuk meyakinkan bahwa dirinya sedang tidak bermimpi.

"Ya, aku mau mengikat jiwa ku dengan mu, Gojo Satoru." Senyuman manis dilemparkan gadis itu pada kekasihnya.

Gojo meraih cincin yang tertanam di kotak itu dan memasangkannya pada jari manis tangan kiri Kieri yang sedari tadi tak dia lepaskan. Gojo menarik tangan mulus itu dengan lembut dan mengecup jari manisnya.

"Terimakasih.. sudah mempercayakan jiwa mu pada ku."

Kieri menggenggam kembali tangan Gojo yang melekat di tangannya. "Aku tak punya alasan untuk menolak mu, Satoru. Jika bukan kau yang ku percaya di dalam hidupku, lantas siapa lagi?"

𝗢𝘂𝗿 𝗘𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴 || 𝐆𝐎𝐉𝐎 𝐒𝐀𝐓𝐎𝐑𝐔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang