08. cycling together

1.2K 104 5
                                        

Pesta Kembang Api Bersama Jungkook.
Mungkin begitu judul paling pas untuk pagi ini—sebuah kisah kecil yang tak tertulis, namun terasa dalam setiap percik cahaya yang meledak di langit.

Dan Taehyung tahu. Dari cara gadis-gadis itu datang dengan senyum terindahnya, dari sorak-sorai yang terdengar seperti nyanyian kemenangan, dari tatapan yang tak pernah luput mengarah pada satu titik pusat: Jeon Jungkook.

Mereka datang untuk Jungkook. Tawa mereka ditenun untuk Jungkook. Dan bahkan ketika Mingyu mencoba melucu, menarik perhatian dengan suara kerasnya—siapa yang peduli?

Karena pada akhirnya, hanya satu nama yang bersinar lebih terang dari kembang api itu sendiri.
Jungkook.

"Lihat bagaimana itu menyala!"

"Hebat!"

"Cantiknya!"

Namun Jungkook sendiri tidak berada dalam euforia yang sama. Ia duduk sedikit terpisah, larut dalam layar ponselnya, dengan wajah tenang yang tak menunjukkan gairah apa pun pada pesta yang konon dibuat atas namanya.

Sesekali ia melirik ke arah teman-temannya, tapi hanya dengan tatapan hampa—seolah tengah berada di dua tempat sekaligus. Dan ketika Nayeon mulai melangkah ke arahnya, langkahnya ringan namun niatnya begitu jelas, ketidaknyamanan mulai menyesap masuk perlahan.

"Apakah kau tidak pergi ke mana-mana selama liburan, Jungkook?" Suara Nayeon terdengar lembut, nyaris dibuat-buat. Ia duduk tepat di sisi Jungkook—terlalu dekat untuk disebut sopan.

Jungkook mencoba membalas dengan senyum yang sopan, namun wajahnya tetap gagal menyembunyikan enggan.
"Aku tidak punya rencana," jawabnya singkat, ingin segera mengakhiri obrolan itu, namun semesta tampaknya punya niat lain.

Yeri bergabung, duduk di sisi satunya. Dan kini, tubuh Jungkook seolah terjebak dalam kepungan halus dua gadis cantik yang sama-sama tak menyembunyikan rasa sukanya.

Canggung.
Itulah kata yang paling tepat menggambarkan ekspresi Jungkook saat ini.

"Kalau begitu ayo kita ke pantai!" Nayeon berseru dengan semangat, seolah liburan musim panas mereka baru dimulai detik itu juga.

"Apa yang kalian bicarakan?" Yeri bertanya, dagunya bertumpu di telapak tangan saat ia menatap mereka bergantian.

"Aku mengajak Jungkook ke pantai. Menyenangkan, bukan? Kita bisa berselancar bersama."

"Oh, itu ide bagus, Nayeon!" Yeri ikut berseri.

Dari kejauhan, Mingyu hanya bisa menghela napas. Ia berdiri dengan empat kembang api menyala di tangannya, wajahnya dimeriahkan cahaya merah dan biru yang silih berganti meledak di langit.

"Hei! Ayo bergabung dengan kami. Ini menyenangkan!" serunya keras, berharap setidaknya ada yang mendengar.

Namun suaranya tertelan obrolan dua gadis itu yang semakin antusias berdiskusi soal ombak, matahari, dan Jungkook.

Bambam menepuk bahunya, mencoba membuatnya lebih rileks.
"Ini tidak bisa dihindari. Kita mengundang mereka dengan menjual nama Jungkook. Tak heran mereka seperti ini."

Mingyu mengangguk, pahit. "Benar. Tapi kau tidak kecewa juga, tuan gagap?" tanyanya, menoleh ke arah Taehyung yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka.

Taehyung hanya diam. Tatapannya lurus pada Jungkook yang terjepit di antara dua gadis itu. Bukan marah. Bukan sedih. Hanya diam.

"Tidak terlalu," jawabnya akhirnya.

Mingyu tertawa lepas.
"Ahaha! Tuan gagap ini pura-pura tak peduli, ya?"

Padahal mereka salah. Taehyung tidak berpura-pura. Ia memang tidak peduli. Ia hanya sedikit iri. Karena bagi gadis-gadis itu, mendekati Jungkook semudah menarik napas. Tak ada gugup. Tak ada ragu. Sementara dirinya bahkan berbicara saja masih harus memohon waktu dari keberanian yang tak kunjung datang.

pulchritude • tk (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang