part 9🦋

19.2K 717 2
                                        


Lintar terbangun dan mendapatkan diri nya di rumah lama nya,kenapa dia bisa di sini,Lintar bingung apa dia di kembalikan ke rumah lama nya oleh sang Daddy dan bunda nya?

dia berjalan dan menuruni tangga iya melihat ke arah jendala,di sana ada sang Ibu yg sedang menyiram tanaman bunga,iya mendekat

"Ibu"

"Oh sayang,kamu sudah bangun"

Lintar mendengar suara ibu nya,apa iya tidak salah lihat,itu benar sang ibu,Ibu yg melahirkan nya

Iya mendekat dan memeluk erat Ibu nya,dan mengis tersedu,iya sangat merindukan wanita ini,apa kah waktu berputar kembali,jika memang benar begitu iya akan merubah nasib sang ibu dan ayah,iya akan merubah semua nya agar kejadian itu tak pernah terjadi

"Knpa sayang,knpa menangis katakan pada Ibu,knpa hm...."

"Ibu,aku merindukan mu,jangan tinggalkan aku lagi"

"Hey, knpa anak ayah hmm,knpa anak ayah menangis"

Lintar berbalik dan melihat sang Ayah, Lintar mengangkat kedua tangannya meminta untuk di gendong

"Ayah aku kangen ayah,kalian jangan tinggalkan aku lagi aku tak mau ayah.."

"Hey..Ibu dan Ayah tak pernah meninggalkan mu Lintar,knpa kamu berkata seperti itu,apa kamu sakit Baby"sambil mengecek dahi Anak itu panas atau tidak

"Apa kamu bermimpi buruk sayang"

Lintar menggeleng kan kepala nya

"Yasudah mari kita masuk,disini sudah mulai panas dan itu tak baik untuk mu"kata sang Daddy sambil mencium pipi Lintar

Lintar mengangguk lucu

Merekapun masuk ke rumah,dengan Lintar yg berada di gendongan ayah nya,di ikuti sang Ibu yang mengelus ngelus kepala nya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sayang...,Ayah mu ingin ke kamar mandi, apa kamu tak kasian,ayah menahan buang air kecil dari tadi,sini turun dulu sama bunda"

Lintar menggeleng ribut tak mau,sudah berapa jam Lintar di gendongan Ayah nya, Lintar tak mau lepas iya terus menempel,takut jika ayah nya menjauh

"Baby..Ayah hanya ke kamar mandi sebentar,Ayah tak akan lama Baby hmm..nanti ayah ajak jalan mau tidak?"

"Benaryah Daddy, janji dulu"Lintar dan ayah nya menautkan jari kelingking mereka,Lintar tersenyum

Lintar pun turun dari gendongan Ayah nya,dan berpindah duduk ke samping ibu nya sambil memeluk nya

"Ibu,Lintar lapar"sambil melihat sang ibu

"Di sini tak ada makanan sayang,kita makan di luar sajah yah"

"Apa Ibu tak masak?"Lintar bertanya melihat Ibu nya,namun sang Ibu tak menjawab hanya diam menatap kedepan,mungkin sang Ibu sedang ingin makan di Luar pinta nya,Lintar pun kembali memeluk Ibunya

Nah ayah sudah siap,mari kita keluar Baby, sambil menggandeng tangan Lintar keluar bersama Ibunya,Lintar tersenyum melihat kedua orang tua nya

Ayah nya membawa mereka ke sebuah mobil berwarna merah, Lintar bingung seingat nya mereka tak pernah memiliki mobil berwarna merah,namun Lintar tak menghiraukan itu,mungkin ini mobil baru ayah nya

"Nah masuk Baby,kamu ingin duduk      di mana?"

"Lintar ingin duduk Bersama Ibu dan ayah di depan"

"Yasudah sini biar Ibu memangku   mu"

Lintar pun duduk ke pangkuan nya, menghadap sang Ibu,sambil memeluk erat Ibu nya tak lupa meletakkan kepala nya di dada san Ibu

"Anak Ibu sangat lucu"

"Anak ayah juga"

Mereka tertawa bersama di dalam mobil itu

"Kita pergi ke restoran dulu sayang,anak manis ini lapar"

"Oho Rupa nya anak Ayah laparrr"kata nya menggoda Lintar

"Ih...ayah,tentu saja Lintar lapar, manusia kan butuh makan"jawap Lintar sinis kepada sang Ayah

Ayah dan Ibunya terdiam tak menjawab lagi

Ayah nya pun mulai menjalankan mobil itu,tiba-tiba hawa di dalam mobil terasa begitu dingin,iya melihat ke arah sang Ayah,iya melihat tangan Ayah nya berubah menjadi pucat,lalu melihat tangan Ibu nya sama pucat nya dengan tangan sang ayah

Jantung nya berdetak kencang, telapak tangan dan kaki nya berkeringat dingin,dia mencoba tenang dan memangil sang ayah yg masih mengemudi

1.....2.....3.....

"A..yah"

Ayah nya menoleh ke arah nya,dan bertapa terkejut nya dia melihat wajah sang ayah yg berlemuran darah,Lintar tiba-tiba tak bisa bergerak tubuh nya kaku

Tiba tiba sebuah truk melaju ke arah mereka dengan sangat cepat, dan menghantam mobil mereka dengan keras

Sangat sakit itu yang Lintar rasakan,iya melihat ke arah kanan dan  kiri nya, rupa nya dia sendirian di situ,iya mengangkat tangan nya melihat banyak darah di telapak tangan nya,

Apa iya akan benar-benar mati sekarang.




















Selesai....................................................🦋





























Sampai jumpa di part selanjutnya 🤸








LINTAR { On Going }Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang