Peringatan ya. Chapter ini mengandung Mature scene yang hanya Di peruntukkan bagi Yang dewasa. Harap bijak dalam memilih bacaan.
Kalau Tidak suka, boleh Di skip part ini.
Terima kasih.
Lisa's POV: [M]
Aku menyeringai melihat Jennie menelan ludah dengan gugup mendengar kata-kataku.
"M.. mungkin kita tidak boleh o..Oh." Dia mengerang pelan saat aku mulai memijat dari balik roknya. Aku menurunkan kepalaku untuk menghisap lehernya, dia menaik-turunkan pinggulnya ke arahku saat aku mulai menghisap titik sensitifnya.
"Tidak boleh apa?" Aku bertanya dengan ketus. Menggigit lehernya sedikit. Perlahan-lahan aku mulai menempatkan paha ku di antara kedua kakinya yang gemetar dan mulai menekannya pada klitorisnya yang tertutup. Dia menggigit bibirnya, mencoba menahan erangan. Aku menyeringai, merasakan basah dan hangatnya paha ku. Dia menikmati kekasaran celana jins ku yang bergesekan dengannya.
Terengah-engah, dia mulai berbicara lagi,
"Kita tidak boleh mmm oh k-kit.." Dia terbata-bata dan mengerang sedikit lebih keras saat saya mulai membimbing pinggulnya ke depan dan ke belakang, membuatnya menggesekkan pahanya di paha saya. Aku mulai menelusuri lidah ku di bibirnya yang terbuka,
"Apa Nini?" Aku bertanya dengan menggoda. Aku mendorong paha ku sedikit lebih keras pada bagian tengah tubuhnya yang sakit, membuatnya menyandarkan kepalanya ke belakang dan tanpa sadar menggesek-geseknya. Dia meletakkan tangannya di pundakku dan meremas dengan erat. Dia mengedipkan matanya ke mataku dan menggeram,
"Fuck." Dan dengan itu dia dengan cepat menghantamkan bibirnya ke bibirku yang membuatku mengerang saat bersentuhan. Aku dengan cepat mengangkatnya dan meletakkan tangan ku di pantatnya. Dia mengunci kakinya di pinggangku dan dengan rakus menciumku.
Aku dengan cepat membawa kami ke meja dan membaringkannya. Aku menarik diri dan mulai buru-buru melepas kemeja ku. Dia menggigit bibirnya dan duduk, membelai perutku. Aku menggeram dan mulai dengan cepat melepas bajunya, melemparkannya entah ke mana. Aku mendorongnya kembali ke bawah dan mulai mencium lehernya. Dia mengerang saat aku mulai meremas payudaranya yang tertutup dengan lembut. Membelai putingnya yang mengeras di atas bra-nya menyebabkan dia mendorong dadanya ke arah ku, menginginkan lebih banyak sentuhan. Aku dengan cepat melepaskan bra-nya dan mulai menatap dadanya yang telanjang dengan kagum. Dia tersipu di bawah tatapanku yang intens dan mulai menutupi dirinya dengan malu-malu tapi aku segera menghentikannya. Dia menggigil saat aku menjilat putingnya dengan lembut,
"Kamu sangat cantik." Dia mengerang lebih keras saat aku mulai menghisap dengan kasar. Dengan tangan ku yang bebas, aku mulai bermain dengan putingnya yang lain. Aku kemudian mulai menelusuri lidah ku dari lembah payudaranya ke arah pusarnya. Aku merasakan dia sedikit tersentak saat aku perlahan-lahan mulai mengangkat roknya. Aku dengan cepat menatapnya,
"Apakah tidak apa-apa?" Aku bertanya. Dia menatapku sejenak lalu mengangguk dengan cepat. Aku menyeringai dan mulai memberikan beberapa ciuman lembut di paha bagian dalamnya.
Dia merintih saat aku dengan menggoda menghindari bagian dalamnya yang basah kuyup. Aku kemudian perlahan-lahan melepas celana dalamnya dan mulai mengerang saat melihat lipatannya yang basah. Itu sangat indah. Aku kemudian meletakkan kedua pahanya di atas bahu ku saat aku mulai menarik inti tubuhnya lebih dekat ke wajah ku. Dia bergetar saat dia merasakan nafas hangat ku mengenai area paling sensitvenya yang sedang memohon. Dia melengkungkan punggungnya saat aku menyeret lidah ku dari bagian bawah lipatannya ke atas, menghisap klitorisnya sedikit,
KAMU SEDANG MEMBACA
You Happened (JENLISA)
FanficGxG 18+ 🌚 Menjadi siswa baru tidak pernah mudah, terutama di sekolah menengah YG. Lisa tidak pernah menganggap sekolah sebagai hal yang menarik, sampai dia bertemu dengan satu-satunya Jennie Kim. Jennie Kim adalah murid yang paling populer dan pali...
