Rahasia Terbongkar

16.3K 1K 14
                                        

"Prill! Tungguin ya, gue kebelet pipis gue mau ke toilet. Byee!" ucap Mila sambil berlari lari gak jelas ke arah toilet.

"Woo! Dasar beser lo Mil!" teriak Prilly

Akhirnya Prilly memutuskan untuk menunggu Mila di perpustakaan yg memang letaknya dekat dengan toilet. Disanalah, ia bertemu Ali sedang membaca buku.

Sebenarnya, ini benar2 bukan tempat Prilly. Ia tidak suka ke perpustakaan, tapi entah kenapa kali ini ia mencoba masuk ke perpustakaan dan menelusurinya untuk membaca buku.

"Duh. Gak nyampe.." gumam Prilly saat ingin meraih buku yg ia inginkan. Prilly sudah jinjit2 sebisa mungkin, tapi apa daya tingginya tidak memungkinkan untuk meraih buku setinggi itu.

Tiba2 seseorang mengambilkan buku yg ia maksud..

"Nih. Lain kali kalau mau ambil buku jangan yg tinggi2 banget." ucap suara berat yg ia kenal pasti. Ini suara Ali.

"Hm? Ali?" tanya Prilly

"Iya, gue Ali" balas Ali. Dan mereka sempat bertatapan mata, menghilangkan kerinduan yang sama2 mereka pendam.

"Prill, jujur aku ga bisa gini terus" ujar Ali. Ali pun langsung memeluk Prilly, ia sudah sangat tidak kuat. Begitu juga dengan Prilly memeluk erat Ali sambil menahan tangisannya. Ia menyesal telah memutuskan Ali. Sangat menyesal.

"Ali maafin aku..." ucap Prilly lirih

"Nggak sayang. Disini gak ada yang harus dimaafin, kita sama2 salah. Aku sayang banget Prill sama kamu, gak mungkin aku gini terus sama kamu.." jelas Ali masih memeluk Prilly.

"Aku mau kita kayak dulu lagi, Li.." gumam Prilly

"Aku juga. Tapi gak bisa, Prill.." balas Ali

"Kenapa Ali? Kamu udah gak sayang lagi sama aku?" lirih Prilly

"Gak gitu, aku sayang sama kamu. Tapi, gak bisa sekarang.. aku harus nunggu waktu yg tepat. Okey? Kamu tunggu aku ya Prill, simpan hati aku, aku gak bakal biarin kamu sendiri.." jelas Ali mengelus pucuk kepala Prilly, prilly hanya mengangguk. Setidaknya, perasaannya lebih tenang saat mengetahui Ali masih sayang padanya.

"Yaudah, aku balik dulu ya" pamit Prilly kepada Ali, ali pun mengiyakannya.

Prilly keluar sambil membawa buku yang tadi ia ambil. Ralat, lebih tepatnya yg Ali ambilkan.

***

Mila pun keluar dari pintu toilet dan memutuskan untuk mengaca dulu. Tapi ia mendengar Shilla sedang berbicara sendiri.

"Ih orang gila kali ya ngomong sendiri" batin Mila terkekeh kecil

"Dengan ini, gue bisa makin deket sama Ali" ucap Shilla seorang diri sambil memegang obatnya.

"Ali.. Ali.. Bego banget ya lo? Gampang di bohongin. Jelas2 ini cuma Vitamin, gue gak sakit beneran" lanjut Shilla. Saat itu juga, Mila tercengang, jadi selama ini Shilla hanya berpura-pura? Mila mengepalkan tangannya kesal. Tapi tidak, ia harus menahan emosinya.

Aha!

Mila punya ide bagus, ia cepat2 mengeluarkan ponselnya dan merekam Shilla disitu. Baiklah, mission complete!

"Liat aja lo Shill, bakal nyesel seumur hidup!" batin Mila kemudian ia keluar dari toilet.

"Mila! Lama banget sih lo" teriak Prilly saat Mila baru keluar

"Eh-uhm. Iya, ngantri!" Mila ngeles

"Lo gak lagi bohong kan?" selidik Prilly

"Enggak. Ish apaan sih. Udah yuk, balik ke kelas" ajak Mila memotong pembicaraannya. Ini bukan waktu yg tepat untuk memberi tahukan Prilly soal penyakit abal-abalannya Shilla.

Skip

"Ali tolongin aku, aku sesak nafas nih. Penyakitku kambuh lagi.." ucap Shilla, niat Ali yang ingin mengajak pulang prilly pun tidak jadi.

"Oh iya.. Sekarang kan udah ada Shilla, tanggung jawab gue" batin Ali memperingatkan dirinya.

"Ya terus, gimana? aku anter ke dokter aja ya, Shill?" tawar Ali

"E-enggak ah! Gak mau, Li. Aku mau sama kamu aja" tolak Shilla. Kenapa shilla ini? Diajak ke dokter biar cepat sembuh, malah gak mau. Aneh. Pikir Ali.

"Ali!" teriak Mila. Tumben sekali Mila memanggil Ali.

"Eh, iya Mil. Ada apa?" tanya Ali

"Lo harus liat ini!" ucap Mila menarik Ali agar menjauh dari Shilla.

Ali pun melihat apa yang ditunjukkan Mila dan sangat terkejut.

"Sialan!" geram Ali

"Gue dijebak." lanjutnya.

"Gue gak mau liat muka Shilla lagi. Bangs*t!" Ali emosi. Tentu saja, Mila menunjukan video tadi pagi saat Shilla di toilet.

"Ali, kamu ngapain sih? Kok lama banget." ucap Shilla sok imut.

"Sialan lo! Gak usah deket2 gue lagi, gue enek! Lo pura2 sakit doang kan?! Demi dapetin gue? Cewek gila, lo Shill! Gue benci lo. Gara2 lo, hubungan gue sama Prilly jadi berantakan!" bentak Ali langsung pergi dari hadapan Shilla. Shilla pun menangis, bagaimana bisa Ali mengetahuinya?

"Mila, lo ngapain disini sama Shilla?" tanya Prilly yang baru datang

"Enggak Prill, nih tadi gue nunjukin ini ke Ali" ucap Mila sambil merangkul Prilly mengajaknya ke dalam mobil.

"Anjir. Jadi selama ini?! Kok lo baru bilang sih, Mil!" gerutu Prilly

"Iyaa sorry. Orang gue aja baru tau tadi pagi, ok yang penting kalian berdua udah tau kan masalahnya sekarang?" jelas Mila

"Makasih banget ya Mil, udah mau ngerekam ini semua. Lo emang deh baik banget, gak ngerti lagi gue.." gumam Prilly sambil memeluk Mila.

"Iyaa sama-sama. Jadi tunggu apa lagi?" tanya Mila

"Tunggu sampe Ali ngajak gue balikan!" jawab Prilly bersemangat. Tawa mereka pun pecah. Akhirnya, Prilly kembali menjadi Prilly yang dulu, Prilly yang ceria.

---

Yess! Akhirnya terbongkar kan tuh tentang penyakit si Shilla? Udah gak kesel lagi kan? Haha. Keep vomment guys! ^^ sebenernya ini belom target/goals aku sih tapi gapapa aku lanjut cepet menghilangkan rasa kesal readers. nanti aku ditimpuk kalau bikin part yang kesel2 (hihi kabuur..)

Votes 30+ dan comment 10 baru ku lanjutkan yaa hehe, maaf banyak mau tapi yang bikin aku semangat buat next yaa itu votes dan comments dari kalian hehee

My Naughty GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang