[HAPPY READING]
Livy menatap dirinya dari pantulan cermin kamarnya, ini adalah hari terakhir ia sekolah. Lebih tepatnya ia akan izin tidak masuk sekolah selama seminggu karena ia harus menyiapkan diri untuk Persiapan pernikahannya tiga hari lagi.
"It's okay Livy, lo pasti bisa!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri. Walau ia merasa belum siap untuk menikah di usia remaja dengan orang yang sama sekali tak ia harapkan menjadi pendamping hidupnya, Livy tidak bisa mengelak, karena itu ialah takdirnya. Livy berharap, hari-hari berikutnya ia bisa menerimanya dengan baik.
Setelah selesai mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah, Livy pun segera keluar dari kamar dan berpamitan pada kedua orang tuanya.
"Belajar yang baik ya sayang," ujar Melani memberi pesan kepada Livy.
Livy hanya membalas dengan anggukan.
"Papa dimana Ma?" tanya Livy.
"Papa udah berangkat ke Bali nah, mau ngurus pernikahan kamu di sana." balas Melani menjelaskan.
Livy hanya membalasnya dengan oh saja. "Ya udah Livy, berangkat ya Ma? assalamualaikum," ujar Livy lalu pergi setelah ibunya membalas salam.
"Waalaikum salam."
💞💞💞
Sesampainya di sekolah, Livy langsung duduk di bangku taman sendirian sembari menunggu teman-temannya datang.
"Hai, Liv?" Juno tiba-tiba menghampiri Livy dan menyapanya.
Livy tersenyum tipis, "hai, Jun!" balasnya.
"Sendirian?" tanya Juno.
"Lagi sama gue, kenapa?" tiba-tiba, entah dari mana Raga muncul di belakang Livy.
Livy terkejut dan menoleh ke belakang, "lo ngapain sih?" ujar Livy, moodnya tiba-tiba berubah setelah melihat Raga.
"Kenapa sih sayang, nggak seneng disamperin cal-" ucapan Raga tiba-tiba terpotong saat Livy membungkam mulutnya dengan tangannya.
"Mulut lo bau neraka!" ujar Livy.
"Kayaknya gue ganggu ya?" ujar Juno yang merasa tidak enak.
Livy pun beralih melirik Juno, "Oh enggak dong, justru gue mau ngomong empat mata sama lo, yuk pergi!" Livy pun tiba-tiba berdiri lalu menggandeng tangan Juno dan mengajaknya pergi.
"Juno mulu perasaan." ujar Raga menatap kepergian Livy dan Juno. "Lihat aja, bentar lagi lo bakal klepek-klepek sama gue, Liv!" gumam Raga pelan.
"Bentar lagi lo juga jadi milik gue, Olivya Zeline Atmaja."
💞💞💞
"Tadi lo mau ngomong apa?" tanya Juno kepada Livy.
Livy menggaruk-garuk tengkuknya, "gue jadi lupa mau ngomong apa, next time deh." ujar Livy.
"By the way, thanks lo udah bantu gue kabur tadi." ujar Livy berterimakasih.
Juno tertawa, "bilang aja lo nggak pengen deket-deket Raga." ujar Juno yang paham kemana arah pembicaraan Livy.
"Hehehe. Mending gue sama lo daripada sama dia." ujar Livy.
Juno tersenyum mendengar ucapan Livy yang lebih memilih dirinya ketimbang Raga. Entah mengapa, ia merasa bahagia sendiri mendengarnya.
"Oh ya, kalo gitu gue ke kelas dulu ya?"
💞💞💞
Jam istirahat adalah jam yang paling ditunggu-tunggu bagi para siswa yang sudah merasa lapar dan butuh asupan makanan. Mereka berbondong-bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah merasa lapar. Tak terkecuali Livy dan ketiga temannya. Mereka sudah duduk di bangku kantin sembari menunggu makanan pesanan mereka diantar.
"Udah lama kita gak girl time bareng, gimana kalo besok kita main-main bareng?" usul Rasi membuat ketiga teman-temannya merespon.
"Gas lah, kuy." ujar Alesha.
"Gue mah oke-oke aja." sahut Cherly. "Lo gimana, Liv?" Cherly bertanya kepada Livy.
Livy menggeleng, "gue nggak bisa deh. Malahan, besok gue mau izin seminggu gak masuk sekolah." ujar Livy.
"Busyet lama bener." respon Alesha terkejut.
"Iya tuh, biasanya izin sehari dua hari, lo malah seminggu, emang ada acara apa?" tanya Rasi penasaran.
"Gue ada acara keluarga di luar kota. Mama Papa gue yang nyuruh gue ikut. Ya, gue sih ngikut aja." ujar Livy beralasan. Setelah mengatakan itu, ia mengambil air minumnya dan hendak meminumnya.
"Dijodohin kali lo, makanya ortu lo ngajakin lo." ceplos Cherly tanpa mem-filter ucapannya.
Livy yang sedang minum pun memuncratkan airnya karena terkejut. Untung saja tidak mengenai teman-temannya.
"Busyet Liv, sampe muncrat gitu." ujar Alesha yang memperhatikan Livy.
"Cherly sih ngomong ngelantur mana mungkin gue di jodohin. Kayak zaman dulu aja pake cara dijodohin segala." ujar Livy berusaha menutupi semuanya.
Ya walau ucapan Cherly benar adanya.
"Tau tuh Cherly." sahut Alesha.
"Ya kan gue, bercyanndaaaa, bercyandaaa." ujar Cherly mengikuti gaya sound viral di tiktok.
Untung saja teman-temannya percaya dengan ucapannya. Jika saja mereka mengetahui bahwa dirinya memang benar di jodohkan dan akan segera menikah dalam hitungan hari, maka akan ribet urusannya nanti.
Lebih baik Livy tetap menyembunyikannya dari teman-temannya.
"Tanpa lo ngasih tau kita juga udah tau kok Liv, kita cuma pura-pura nggak tau, biar lo nggak ngerasa minder."
-TO BE CONTINUED-
SORRY FOR LATE UPDATE, lagi banyak tugas sekolah, gak bisa bagi waktu.
Maaf juga karena isi part-nya sedikit. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, dengan vote, komen dan share.
Thank you💞
See you next chapter.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Love
JugendliteraturJika dulu Olivya Zeline Atmaja adalah korban bully dari seorang Raga Bumantara. Maka sekarang sebaliknya, Livy adalah istri dari seorang Raga, pria yang pernah mem-bully Livy di masa kecilnya. Akankah keduanya saling menerima takdir mereka, atau mal...
