17. First kiss on birthday

226 24 1
                                        

⚠️Warning!!!⚠️

17+

Sudah ku kasih peringatan ya, dosa tanggung sendiri!

-happy reading-

Pulang sekolah, Livy ingin merebahkan dirinya di kasur tiba-tiba di peluk Raga dari belakang. Awalnya Livy kaget, namun ia berusaha menormalisasi keadaan.

"Raga apaan sih?" ujar Livy.

"Sebentar Liv, gue capek."

Dari nada bicara Raga, terdengar sendu. Pria itu sedang menahan bebannya. "Lo kenapa Ga?" Livy membalikkan badan. Ia menangkup wajah suaminya.

"Are u okay?" tanya Livy. "Kalau ada apa-apa cerita Ga? Gue dengerin kok." ujar Livy.

"Boleh?" tanya Raga.

Livy menghela nafas. "Silahkan."

"Lo pasti kaget,"

"Kaget, buat?"

"Sebenarnya....."

Livy dengan seksama mendengarkan kalimat yang akan di katakan oleh Raga.

Raga menghela nafas, "gue dan Juno, saudara tiri." ujar Raga.

Livy terkejut, jelas. Bagiamana bisa ia tidak menyadarinya. Atau bagaimana bisa ia tidak mengetahui kenyataan itu, padahal ia sendiri adalah istri dari Raga.

"Lo terkejut kan?" tanya Raga.

"Jelas lah, gue terkejut," kata Livy. "tapi kenapa lo sama Juno kayak musuhan gitu?" tanya Livy bingung. "Padahal kalian saudara." sambungnya.

Raga tersenyum, "karena dia gak terima Mama Widya nikah sama Papa gue, dia ngerasa Mama ngehianati almarhum Papanya Juno." jelas Raga. "Makanya Juno benci banget ngelihat gue, dia menganggap gue sebagai perusak kebahagiaannya." lanjut Raga.

"Kok gitu sih? Kenapa dia selalu terbawa masa lalu, lagi pula kan, Mamanya juga berhak bahagia." kata Livy.

"Lo juga gitu kali." cetus Raga.

Livy berdecak, "konteks-nya beda kali, Ga. Tau ah, lagi pula gue juga berusaha berdamai sama semuanya." balas Livy.

"Sipaling berdamai." cibir Raga.

Livy melirik Raga kesal, "lama-lama lo ngeselin ya." kesalnya.

"Tapi sayang kan?" ujar Raga membuat Livy tertawa.

"Dih apaan sih." Livy mengalihkan pandangnya. Ia semakin kesal dibuatnya.

"Sayang." panggil Raga. Namun Livy enggan menoleh.

"Sayang..." Panggil Raga dengan lembut.

"Sayang.." Raga memeluk Livy dari belakang. Menyenderkan kepalanya di bahu-nya Livy.

Tentu saja, Livy terkejut. Ia merasakan sensasi yang berbeda. Terasa geli, tetapi nyaman. "Raga, lo ngapain sih?" tanya Livy.

"Hanya sebentar Liv." ujar Raga. Ia memejamkan matanya. Lalu selang beberapa detik, ia membuka matanya kembali. "Terima kasih, Liv. Lo udah nerima gue sebagai suami lo, terimakasih."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 09, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Unexpected LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang