Jika dulu Olivya Zeline Atmaja adalah korban bully dari seorang Raga Bumantara. Maka sekarang sebaliknya, Livy adalah istri dari seorang Raga, pria yang pernah mem-bully Livy di masa kecilnya.
Akankah keduanya saling menerima takdir mereka, atau mal...
Adzan asar berkumandang, Livy yang awalnya tertidur pulas, mulai terusik dan terbangun. Ia mengucek matanya untuk menyesuaikan cahaya dimatanya. Saat ia sepenuhnya tersadar, ia mulai menyadari bahwa kakinya memeluk kaki Raga seperti sedang memeluk guling. Tangannya merangkul bahu Raga. Tak lupa Raga yang juga memeluk Livy.
Livy membulatkan matanya, bagaimana dirinya bisa berada di posisi ini dan merasakan nyaman? Livy menatap Raga yang masih tertidur pulas.
Karena tak mau mengganggu, Livy pun sebisa mungkin mengalihkan kakinya dari atas kaki Raga dan memindahkan tangan Raga dari tubuhnya.
Tanpa Livy sadari Raga pun terbangun oleh pergerakan Livy. Namun bukannya pindah posisi, Raga pun menarik Livy dalam pelukannya.
*Ilustrasi
"Raganjing." umpat Livy seketika. Ia menatap Raga yang sedang tersenyum puas dengan mata tertutup. "Ngapain peluk-peluk gue?"
"Lo yang meluk duluan." ujar Raga masih sama dengan posisi semula. "Lagian kapan lagi di peluk cowok ganteng kayak gue."
Livy memutar kedua bola matanya dengan ekspresi malas, "dih, pede lo." Livy pun mulai berontak. "Lepasin gak!" ujar Livy.
"Gak."
"Anjir ya lo." Livy pun kesal. Dengan raut kesal ia pun mendorong Raga dengan sekuat tenaga.
Karena di dorong secara tiba-tiba, tanpa aba-aba Raga pun terjatuh dari kasur. "Aww. Sialan." ujar Raga sambil memegang pantatnya yang terasa sakit.
"Sukurin. Salah sendiri macem-macem sama gue." ujar Livy. "Udah lah gue mau mandi, males ngelihat muka pulu-pulu kek lo."
Raga menaikkan satu alisnya. "Gue? Pulu-pulu? Seganteng gue aja di katain pulu-pulu." gumamnya pelan.
🍉🍉🍉
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Megahnya acara resepsi pernikahan Raga dan Livy menjadikan momen sakral tersendiri bagi kedua mempelai. Resepsi pernikahan diadakan di outdoor villa tempat Raga dan Livy melaksanakan akad tadi. Meskipun acaranya privat, tetapi mereka (kedua orang tua Raga dan Livy) tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk acara pernikahan Raga dan Livy.
Raga dan Livy berdiri di panggung pelaminan sembari menyalami tamu undangan yang mulai berdatangan.
"Katanya privat wedding tapi tamunya kayak ngajak satu kelurahan." cibir Livy.