Sakit, kecewa, dan marah tentunya semua itu Jane rasakan ketika dirinya benar-benar ditinggalkan oleh Taehyung kala itu. Meskipun penjelasan yang diberikan oleh mantan kekasihnya itu sedikit membuatnya mengerti, tetapi tekadnya sudah bulat. Jane sudah sepakat dengan dirinya sendiri untuk tidak kembali bersama Taehyung lagi. Sudah cukup luka kemarin yang diberikan oleh pria itu.
"Huftt...."
Melupakan soal Taehyung sejenak, siang ini cuaca yang sangat panas membuat Jane sangat kesal sendiri. Bagiamana tidak wanita dengan parasnya yang sangat cantik itu harus uring-uringan ketika client yang seharusnya datang lebih awal ketimbang dirinya malah terlambat. Dengan terpaksa wanita mungil itu harus menunggu hingga beberapa menit kedepan mungkin.
Tak berbeda jauh dengan Taehyung, Jane adalah salah satu pimpinan di perusahaan yang didirikan oleh wanita itu sendiri. J'caroline Glow, perusahaan yang bergerak dibidang kecantikan. Sebenarnya dahulu kala Jane dituntut kedua orang tuanya untuk menjadi seorang dokter, oleh sebab itu Jane mengambil kuliah kedokteran di Amerika kala itu. Namun alih-alih meneruskan bidang pendidikanya itu, Jane justru memilih jalanya sendiri. Entahlah yang pasti Jane sangat bangga terhadap dirinya sendiri karena bisa mewujudkan semua impianya.
"Permisi noona Jane." Jane mengernyit bingung ketika tiba-tiba seseorang bertubuh kekar dengan setelan jas berwarna coklat muda menegur dan duduk dihadapanya. Terlebih bagaimana pria asing itu tau namanya.
"Maaf, anda siapa?" jawabnya penuh selidik dan waspada.
"Bisa ikut dengan saya sebentar?" tanpa di duga pria asing itu malah menarik Jane, membuat Jane terbelalak kaget.
"Lepaskan saya!" Jane menarik tanganya. Memincing tajam kearah pria asing itu.
"Oh maaf, tapi ini sangat penting noona!"
"Saya tidak mau, pergi dan jangan mengganggu saya!" sungut Jane galak.
"Baiklah, tapi terpaksa saya harus melakukan ini." Jane tak bisa bergerak ketika pria asing itu dengan tiba-tiba menjentikkan jari dihadapanya, hingga semuanya menjadi gelap. Jane pingsan di pelukan pria asing itu.
"Semua beres, Tuan!"
***
Malam yang menyenangkan pikirnya. Taehyung tersenyum penuh kemenangan ketika menatap sesuatu di atas ranjangnya.
Taehyung bukanlah pria yang penuh dengan kesabaran, sudah cukup selama ini dirinya selalu mengalah dan hanya diam. Lama menunggu sesuatu yang bahkan nyaris benar terlepas dari hidupnya.
"Eughh...." lenguhan lembut yang terdengar merdu di gendang telinganya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Asap rokok mengepul di sekeliling kamarnya, menikmati setiap jengkal manisnya nikotin yang membuat nya semakin berfantasi liar untuk malam ini.