Katakanlah sebuah buku yang dibaca berulang kali, maka isinya akan tetap sama dan tidak akan pernah berubah. Sama hal nya dengan Taehyung dan Jennie, kisah kasih mereka terulang kembali. Meskipun dengan rasa yang masih sama, namun keadaan yang membuat mereka seolah terbatasi.
Di pesta malam ini, Taehyung dengan berat hati hanya bisa mengawasi Jennie dari kejauhan. Pasalnya mereka berdua harus tetap menjaga hubungan yang seharusnya tidak terjadi lagi itu.
Dengan gaun hitam penuh pesona dan keanggunan, kini Jennie tengah menjadi sorotan banyak mata disana. Karena sebagian besar tamu yang datang adalah laki-laki dewasa. Sedikit merasa terganggu dengan tatapan itu, Jennie tetap memilih abai dan berjalan untuk menghampiri Sean.
"Oh hi, sayangku!" Sean tersenyum mendapati Jennie yang saat ini tengah berjalan ke arahnya. "Dia kekasihmu?" Tanya seorang wanita yang sedari tadi memang sudah duduk semeja dengan Sean dan empat temanya yang lain.
Jennie menjaga sikapnya, tetap tersenyum seolah tak merasa risih sedikitpun. "Bukankah kau tidak pernah menyukai perempuan, Sean?" Celetuk salah satu pria yang saat ini tengah menatap Jennie.
Seketika Jennie mengernyit, "Dia calon istriku!" Ucap tegas Sean membuat Jennie bernafas lega, setidaknya pikiran buruk di otaknya seketika menghilang.
"Wow! Siapa namamu?" Tanya kembali perempuan tadi.
"Jennie namanya, dan sayang perkenalkan ini rekan kerjaku. Ini Lalisa, dan ini Suga, Smith, John, dan yang di pojok Chanyeol!" Jennie hanya tersenyum menanggapinya.
"Cantik sekali!" Puji Lalisa membuat Jennie tersenyum menatap wanita itu.
"Terimakasih!"
Akhirnya Jennie di persilahkan duduk disana, meskipun banyak sekali kejanggalan yang membuat wanita itu merasa aneh disana. Entahlah, pestanya sedikit berbeda dengan pesta seperti biasanya. Di tempat itu tak sedikit Jennie melihat banyak pasangan sesama jenis yang membuat Jennie tidak nyaman.
"Apakah kau baru melihat hal seperti ini?" Lalisa mencoba mencairkan suasana, kali ini hanya tinggal mereka berdua yang duduk di sana. Pasalnya Sean dan ke-empat temanya yang tadi pergi dengan alasan untuk menyapa teman yang lainya.
Jennie mengangguk patah-patah, "Bisa di bilang begitu." Jawab wanita itu tanpa ragu. Setidaknya Jennie tidak sendiri kali ini, meskipun sudah terbiasa tak dianggap oleh Sean tapi untuk kali ini Jennie benar-benar tidak nyaman disana. Beruntung ada Lalisa di sampingnya.
"Setidaknya kau harus mempelajarinya, cantik?" Jennie seketika menatap Lalisa bingung,
"Maksud anda?"
"Mau mencobanya?" Lalisa dengan lancang meraba-raba paha Jennie di bawah meja yang saat ini memang terekspos, Jennie terjinggat. Menatap Lalisa tajam dan menghentikan elusan tangan wanita itu di bawah sana.
"Apakah anda gila hah? Kurang ajar sekali!" Jennie membentak Lalisa disana, membuat wanita berambut blonde itu menatap Jennie tajam.
"Jangan sok polos seperti itu Jen, bahkan Sean saja sering melakukan hal seperti ini dengan banyak laki-laki." Jennie diam tak berkutik, ada fakta baru yang membuatnya tak mampu mengatakan apapun.
"Tidak mungkin! Sean tidak sama seperti anda!" Jennie menatap Lalisa kian menajam,
"Ayolah, memang seperti itu faktanya!" Dengan sensual Lalisa menarik Jennie untuk mendekat, mengendus aroma tubuh Jennie bahkan meremat pinggang wanita itu. Jennie terus memberontak, bahkan mendorong tubuh Lalisa hingga wanita itu terpental ke arah berlawanan.
Jennie menahan tangisnya disana,
Disisi lain Taehyung yang melihat Jennie yang terlihat seperti tidak nyaman di tempatnya ingin menghampiri wanita itu, namun justru beberapa pria tiba-tiba menghampirinya.
