04; Au mauvais moment

806 79 34
                                        

[ Flashback ]

Udara segar begitu terasa menyejukkan di sore hari yang terlihat cerah ini. Ditambah pancaran senja yang seolah semakin mempercantik suasana. Berbagai aktivitas manusia semakin memperiuh keadaan kota, terlihat padat dan tetap membuat gerah jika di amatinya.

Setelah pulang dari kampus, Jennie memutuskan untuk segera menghampiri pujaan hatinya. Terbilang cukup lama gadis itu tidak menjumpainya, akibat kesibukan keduanya yang mempersempit waktu kebersamaanya.

"Two strawberry cake, please!"

Ucapnya seraya menjentikkan jarinya, ralat mengetik sebuah pesan untuk seseorang di seberang sana. Sedikit mengerutkan kening ketika pesanya tak kunjung mendapatkan sebuah balasan, namun gadis itu tetap kembali tersenyum seolah overthinking tak mampu menguasai dirinya. "Kurasa dia sangat sibuk xixixi!" Terkikik geli membayangkanya. Seperti itulah Jennie, yang selalu tak mau ambil pusing jika terjadi sesuatu yang bahkan sebenarnya mengganggu pikiranya.

"Hallo noona, ini pesanan anda!" Sedikit terjinggat ketika bahunya di tepuk oleh seorang pelayan di toko kue saat ini dirinya berada. Sedikit merasa payah, namun Jennie menutupinya dengan senyum gummy miliknya.

"Eum ya, terimakasih!" Ucapnya setelah memberikan dua lembar uang dan menerima kue yang telah di pesanya tadi.

Menatap kue itu sejenak sambil tersenyum, rasanya sore hari ini benar-benar membuat mood Jennie menjadi sangat bagus.

Setelah melewati berbagai kelokan dan banyak lampu merah, kini akhirnya Jennie sudah berada di depan gedung Apartemen dimana kekasihnya tinggal. Senyumnya semakin mengembang, dan kakinya melangkah lebar tak sabar untuk segera menjumpai yang di atas sana.

Ting!

Suara lift terbuka, Jennie langsung keluar dari sana. Memijakkan kakinya di lantai paling atas dan segera menuju unit milik sang kekasih.

"Hallo, Jennie yang cantik, centil, dan cerewet di sini.!" Setelah menekan bel, Jennie berteriak sangat ceria sambil menenteng tas berisikan kue yang di belinya tadi. Ditambah sebuah totebag besar yang di bawanya sejak dari kampus tadi.

Pintu itu perlahan terbuka, namun sesuatu di balik sana membuat Jennie tak berdaya seketika. Barang yang di tentengnya terjatuh, matanya memanas ketika melihat seseorang di depanya saat ini.

"Hai, mencari siapa?"

Sapa seorang wanita memakai bathrobe dengan leher yang dipenuhi dengan kissmark adalah pemandangan pertama kali yang Jennie lihat. Sebab itulah gadis itu terkejut bukan main.

Menahan sesak di dadanya dan mengontrol semua pikiran negatifnya Jennie kembali menatap mata wanita itu, "Aku ingin menjumpai kekasihku- pemilik unit ini!" Jawab Jennie cuek.

Wanita itu justru terkekeh sinis dan menatap Jennie galak, "Kekasihmu? Jangan bermimpi, pemilik unit ini adalah calon suamiku! Kami baru saja 'bermain' kau malah mengacaukanya bocah kecil!" Jennie membelalakkan matanya tak percaya, gadis itu tak merasa takut sedikitpun dan justru melongokkan kepalanya untuk mengintip dalam.

"Ya! Pergilah,-"

"Taehyung!" Jennie berteriak ketika berhasil menemukan sosok kekasihnya di dalam sana. Air matanya terjun begitu saja, pikiran buruk kini benar-benar menguasai dirinya. Hancur dan tak tahu harus bagaimana, tetapi Jennie dengan lantang menggeser tubuh wanita di depanya saat ini dan menyelonong masuk begitu saja.

PLAKKK!

Suara tamparan begitu keras dan nyaring terdengar di sana, benar saja barusan Jennie menampar Taehyung untuk meluapkan semua emosinya.

Five Shoot || TAENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang