01; Au mauvais moment

1.1K 113 35
                                        

    "Sshh..."

Sayup-sayup matanya perlahan terbuka, nyeri di kepalanya menjalari ketika mata kucing itu mencoba untuk terbuka. Perlahan namun pasti, menelisik sekitar dengan tangan yang memegangi kepalanya. Ada hal yang aneh saat dirinya mengamati ruangan dimana dirinya berada saat ini.

Meraba-raba sesuatu yang menjerembab tubuhnya, secara refleks melirik kebawah.

Sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya, ada getaran yang tidak bisa ia ungkapkan. Lebih tepatnya keterkejutan lebih mendominasi dirinya saat ini.

Dengan gerakan grusuk, matanya menatap samping. Damn! Wajah penuh ketegasan namun tenang saat ini yang dilihatnya. Matilah aku....- batinya.

Memejamkan matanya sesaat, dengan lamat mengingat-ingat apa yang sudah terjadi dengan dirinya. Namun pusing seolah mematahkan ingatanya saat ini. Memilih untuk menyibak sedikit selimut tebal yang seolah membekap tubuhnya. Jantungnya nyaris tak berdetak kembali ketika mendapati tubuhnya benar-benar tak terbaluti sehelai benang pun di dalam sana.

"Woke up- s-siapa kamu?" Titahnya sedikit menciut, pasalnya ia hanya mampu untuk menerka tanpa bisa menyimpulkan siapa yang saat ini merengkuhnya. Di dalam gelapnya ruangan asing ini, ia tidak mampu menelisik dengan jelas siapa seseorang yang berada di sampingnya saat ini.

Tiba-tiba, usapan lembut di rasakanya di sekitar perut bagian bawahnya. Matanya kian membola, "S-stop it!" Suaranya nyaris tak terdengar, tanganya dengan gesit menghentikan aksi dibawah sana.

"My Love emh-hm." Suara husky terdengar di rungunya, gerakan erotis ia rasakan ketika sesuatu membasahi leher jenjangnya saat ini.

Dengan sekuat tenaga, tubuhnya terus memberikan penolakan. Mendorong tubuh kekar itu untuk menjauh dari tubuhnya. Ini sangat berat, ia tahu tenaganya tidak akan mampu menandingi lawanya kali ini.

Bukanya terlepas, tubuhnya semakin di dekap erat.
Hisapan dan gigitan kembali ia rasakan di sekitar lehernya. Terasa memabukkan, namun dirinya masih sadar untuk memberontak.

"Berhenti, bangsat!" Umpatnya, kali ini lebih memekak. Membuat kegiatan di sana terhenti.

Sorot tajam keduanya saling beradu, namun perlahan sirna setelah mengetahui dengan siapa mereka saat ini.

"Taehyung-that's you?" tanyanya sedikit terbata,

Mengamati lawanya penuh damba, "Yes, i'am baby!"
jawabnya serasa mengusap peluh keringat di pelipis lembut itu.

Tubuhnya seketika lemas dan gemetar berkeringat dingin, tak tahu harus berbuat apa. Semuanya terguncang dalam hitungan detik saja. Pikiranya melalang kesana kemari,  "What happened to us?" Tanya-nya untuk memastikan. Namun tak memutuskan padangan keduanya sedikitpun.

"Relax okay, don't worry! We are just having fun last night -"

"- To the point?" Potongnya cepat penuh tudingan,

"We are hangover together-"

"-And then? Come on, jangan bertele-tele?"

"Ssttt... Jangan takut sudah kubilang kan tadi!"Dengan santai tanganya terus mengusap pipi tembam di depanya.

"We are kiss and you see...." Sedikit merapat dan menempelkan bibirnya tepat di telinga lawanya, "We  slept together, emhh..." diakhiri dengan mengulum telinga itu dengan sensual.

"STOP IT, ASSHOLE!" Teriaknya, sambil mendorong tubuh kekar itu dengan sangat kuat.

"Oh no, no,-" Dengan sekali dorongan, kini keduanya benar-benar terlepas.

"Kau sengaja?" Cecarnya penuh tatapan tajam,

"JAWAB? APA KAU SENGAJA? SIALAN!"

"DIAM, JENNIE!" Lost control, Taehyung memejamkan matanya erat. Menyesal karena baru saja membentak Jennie. "Sorry!"

"Tell me? Apakah kau sengaja?"

"Atas dasar keinginan kita bersama, stop denial!" Taehyung membidik Jennie dengan sebuah fakta yang jelas di tampik oleh wanita itu.

"I won't,-"

"You want this! Kita sudah sepakat, aku meminta persetujuan darimu. And you said, yes to me!" Jelas Taehyung membuat Jennie ingin sekali menjedotkan kepalanya ke tembok saat ini juga.

Jennie menutup wajahnya dengan kedua tanganya, dirinya sudah kehilangan kata-kata lagi.

"What about Sean if he finds out about this?
I think-"

"Cih! Persetan, aku tidak memperdulikan itu!"

"BAGAIMANA JIKA SEAN MENGETAHUI INI SEMUA?-" nafas Jennie terengah, menahanya sesaat dan, "-ADIKNYA TELAH MENIDURI TUNANGANYA SENDIRI!!" Bentak Jennie membuat Taehyung tersenyum miring disana.

"Tinggalkan, and then-" Taehyung menjeda kalimatnya, kembali menarik Jennie kedalam dekapanya. "-back to me!" Bisiknya sededuktif mungkin, lalu melumat bibir Jennie dengan sangat lembut.

"Fuck!"















JENNIE

TAEHYUNG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






TAEHYUNG

TAEHYUNG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





SEAN

      

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

      

Welcome back with new chapter!!!







-To Be Continue-
Saturday, 06 December 2024

Five Shoot || TAENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang