01 ;Nous Seuls Savons [M]

7.6K 294 15
                                        

"Ahhh...."

Disinilah aku merasakan hidup dengan banyak taburan bunga-bunga berwarna ,indah dan cerah.
Hingga aku tak mau untuk menghentikanya.

Di bawah nya aku tersenyum ,membelai pahatan dewa yang begitu sempurna di mata kucingku.
Bagaimana dia ikut menatap mataku dengan mata elang nya yang tajam ,dan tersenyum menyejukkan untukku.

"God damn it....you're so tigh babyhhh"

"Ahh --- ughhh...."

Saling berbagi kenikmatan dan keringat merembes dari tubuh masing-masing yang membuat ke---erotisan itu semakin terasa.

Hampir satu minggu ini aku dan denganya sama-sama disibukkan dengan dunia pendidikan.
Tak ada waktu untuk hanya saling melepas rindu.
Via telfon ,kurasa kurang puas.Hingga tepat di sore hari tadi ,kita memutuskan untuk bertemu dan pulang ke apartement milik 'kita'.

Dan berakhir saling memuaskan saat ini.Ranjang di belakang punggung ku adalah saksi bisu percintaan kita.

"Sebut namaku babyhh...."

Aku dapat merasakan sesuatu yang sudah mengeras dan membesar di bawah sana ,aku tersenyum dan semakin mengeratkan pelukan ku pada punggung berotot nya.Aku juga akan lepas!

"Akuhh mau-"

"Bersama...sebut--sebuthh ohh Jenniehhh..."

"T-taehyuhhhh....ahhh!"



××××




"Kamu luar biasa sayang...."

Direngkuhnya tubuh telanjang yang mungil itu ke dalam dekapanya ,keduanya sama-sama masih terengah dengan deru nafas tak karuan berkat kegiatan panas barusan.

Mendengar bisikan serak itu ,Jennie tersenyum bangga.

"Berapa lama kita tidak melakukanya?"

"Hampir dua minggu lebih ,kenapa?" timpal Jennie.

"Kau menjepitnya sangat kuat!"

"Benarkah? Kurasa tidak."

"Bahkan punyaku sampai sulit memasukinya tadi ,kau benar membuatku puas untuk yang kesekian kalinya ,baby."

Tangan mungilnya memukul dada berkeringat itu pelan ,Jennie benar baru bisa merasakan kebahagiaan disini.

"Jangan ninggalin aku."

"Dan sudah ku katakan jika aku tidak akan pernah meninggalkan mu ,sayang." untuk saat ini ,namun entahlah untuk nanti.

Diatas kepala Jennie ,Taehyung tersenyum getir ,ia semakin mengeratkan pelukanya untuk menikmati kebersamaan ini.

Kau akan selalu bersamaku ,milikku!

Lamunan berkecamuk di benak keduanya langsung sirna ketika deringan ponsel di atas nakas berdering nyaring.

"Sebentar...." Jennie melepas pelukan Taehyung dan sesegera merampas ponselnya.

"Loudspeaker ,baby!"

Jennie hanya mengangguk  ,lalu kembali mendekat ke dalam dekapan Taehyung.

"Jen.....ini eonnie kau dimana sekarang?"

Jennie memutar bola matanya malas ,menatap Taehyung sejenak yang memberinya kode untuk segera menjawabnya.

"Bukan urusanmu!"

Five Shoot || TAENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang