TAEHYUNG 04 [M]

1.7K 84 15
                                        

Kesempatan kedua?

Tak banyak memang seseorang yang bisa melakukan dan menerima hal seperti itu, namun dikembalikan lagi dengan permasalahanya.

Tak berbeda jauh dengan apa yang telah dialami oleh Jane, wanita itu sudah berusaha mati-matian untuk melupakan semuanya. Membuang habis seluruh egonya supaya tidak stuck di posisi yang nyaris membuatnya depresi.

Dicampakkan seperti sebuah mainan yang sudah tak dimainkan, dibuang setelah semuanya sudah Jane berikan.

Begitulah pikiran Jane dulu sebelum semuanya terkuak, hingga dirinya tersadar jika ke egoisan masing-masing lah yang sebenarnya semakin memperumit keadaan.

Mungkin keputusanya untuk memaafkan Taehyung memang tidak salah, karena Taehyung memang tidak pernah sedikitpun mempunyai niat untuk mempermainkan Jane.  Taehyung benar-benar mencintai Jane, walaupun dulu Taehyung pernah memilih keputusan yang sangat fatal untuk hubungan keduanya.

Tapi semua itu sudah berlalu, keduanya sudah kembali seperti dulu. Seperti keinginan Taehyung untuk merengkuh kembali Jane. Dan begitupun sebaliknya, kini Jane sudah memaafkan Taehyung.

"Good luck, pretty!" Taehyung menoel pipi tembam Jane.

Mulai hari ini Jane sudah bisa pergi ke kantor lagi, lebih tepatnya Taehyung sudah mau diajak negoisasi.

Jane tersenyum penuh arti menatap Taehyung, "Begitupun kamu, Tae." timpalnya dengan membumbuhi ciuman singkat di bibir Taehyung.

Taehyung?

Sedikit terkejut dengan perlakuan mendadak Jane. Jantungnya dibuat tak karuan hanya dengan sentuhan halus wanita kesayanganya itu.

"Sayang-"

"Aku menyayangimu, jangan lupa jemput aku nanti sore. See u, honey!" Tanpa menunggu ucapan Taehyung, Jane sudah keluar dari mobil. Meninggalkan Taehyung dengan penuh antusias menggebu didalam hatinya karena tingkah menyeramkan yang diberikan oleh Jane.

Menyeramkan? Tentunya karena ini adalah kali pertama Jane kembali bersikap manis kepadanya.

Taehyung menyentuh bibirnya, menatap tubuh mungil yang sudah tenggelam di balik pintu lobby, "Barusan bukan mimpi kan? This is crazy!".


•••


Siang ini Jane sedikit kewalahan dengan berkas-berkas menumpuk di mejanya, mungkin akibat dirinya yang hampir dua minggu lebih tidak ke kantor. Meskipun Jane sempat menyerahkan semua urusan kantor kepada sekretaris nya, namun tetap saja semuanya tak sebaik jika dirinya yang turun tangan sendiri.

Semuanya sedikit melambat, dan itulah yang membuat Jane harus ekstra cekatan untuk segera menyelesaikan semuanya.

"Waktunya makan siang bos!" teriakan nyaring yang membuat manik kucing itu menoleh, sedikit kesal karena ada yang mengganggu fokusnya.

"Lis jangan teriak, bodoh!" timpalnya yang memang terdengar ketus.

Bukanya tersinggung, gadis yang dipanggil Lisa itu hanya terkekeh mendapatkan sautan seperti itu. Sudah hal yang biasa bagi Lisa jika Jane seperti itu, meskipun di kantor merek berdua berstatus sebagai bos dan asisten pribadi tetapi keduanya tetap tak memperdulikan hal itu. Tetap berjalan selayaknya seorang sahabat.

Five Shoot || TAENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang